Industri galangan kapal. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang.
Industri galangan kapal. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang.

Genjot Daya Saing, Kemenperin Pasok SDM Andal di Industri Galangan Kapal

Husen Miftahudin • 21 September 2022 11:23
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung upaya penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten guna mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri perkapalan nasional, di tengah peningkatan jumlah galangan dan kapasitas produksi.
 
"Saat ini, terdapat 250 perusahaan galangan kapal dengan kapasitas produksi sebesar satu juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru, dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal," ucap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 September 2022.
 
Dijelaskannya, dukungan SDM Andal sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2022 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2020-2024, terutama terkait penguatan SDM industri perkapalan dan komponen kapal. Kerja sama penguatan SDM dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah negara mitra, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu upaya konkret telah dilakukan oleh BPSDMI Kemenperin bersama Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin dengan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) serta Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) untuk melakukan kerja sama peningkatan kapabilitas dan kompetensi industri perkapalan Indonesia.
 
"Tujuan utama dari program ini adalah memperkenalkan prosedur pembuatan kapal yang efisien dan metode manajemen produksi di galangan kapal Indonesia melalui sistem pengembangan SDM industri. Target peserta proyek ini adalah meningkatnya pengalaman galangan kapal nasional dalam proyek pembangunan kapal baru," sambung Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen Ilmate R. Hendro Martono.
 
Baca juga: Top! Ekspor Industri Manufaktur Melejit hingga 24%

 
Dalam pelatihan ini, BPSDMI Kemenperin berperan dalam memfasilitasi pelatihan dan sekaligus melaksanakan pelatihan dengan menggunakan aplikasi berbasis web SIDIA atau Sistem Informasi Diklat SDM Industri. "SIDIA merupakan sistem yang dibangun oleh Pusdiklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin sebagai salah satu langkah menyambut era transformasi digital ke depannya," jelas Kepala Pusdiklat SDM Industri BPSDMI Kemenperin Tirta Wisnu Permana.
 
Pelaksanaan program ini dimulai pada 2022 dan akan selesai pada 2024, yang meliputi lima tahapan program pelatihan di Jakarta dan Surabaya, serta satu program pelatihan di Jepang. Selain itu, terdapat program tindak lanjut untuk mengukur pencapaian program ini. Hingga kini, sudah ada 16 perusahaan yang terdaftar menjadi peserta dalam program pelatihan ini.
 
"Kami menganggap industri perkapalan ini adalah industri yang esensial bagi kesejahteraan Indonesia sebagai negara maritim. Dengan peningkatan produktivitas dan manajemen, kami percaya hal tersebut dapat berkontribusi pada core-industry perkapalan Indonesia," ungkap Project Formulation Advisor JICA Kuboshima Naoya.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif