Ilustrasi garam industri - - Foto: Medcom
Ilustrasi garam industri - - Foto: Medcom

Ketersediaan Garam Industri Topang Kinerja Ekspor

Ekonomi ekspor produksi garam Kementerian Perindustrian impor garam
Ilham wibowo • 09 Oktober 2020 15:38
Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut ketersediaan garam untuk kebutuhan industri manufaktur dapat menopang kinerja ekspor Tanah Air. Sayangnya, kebutuhan tersebut masih mengandalkan impor lantaran stok dalam negeri yang tidak mencukupi.

"Impor garam sebenarnya merupakan keterpaksaan, demi menjamin kepastian pasokan bahan baku garam bagi industri dalam negeri, khususnya sektor alkali (chlor alcali plant/CAP), pulp, kertas, aneka pangan, farmasi, kosmetik, dan pengeboran minyak," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Di sisi lain, kualitas garam lokal belum mampu memenuhi kebutuhan industri. Agus mengatakan dibutuhkan peningkatan dalam segi aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas pasokan dan kepastian harga.
 
Meski impor, lanjutnya, hasil pengolahan produk industri tersebut diekspor dengan nilai yang lebih besar. Pada 2019 nilai impor garam industri sebesar USD108 juta dan ekspor produk yang dihasilkan mencapai USD37,7 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebutuhan garam pada 2020 mencapai 4,4 juta ton, dengan 84 persen dari angka tersebut merupakan kebutuhan industri manufaktur, ditambah adanya pertumbuhan industri existing 5-7 persen serta penambahan industri baru," paparnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif