Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.
Vaksin Covid-19. Foto : Medcom.id.

Kabar Gembira, Pemerintah Mulai Program Vaksin November 2020

Ekonomi Virus Korona kemenkes covid-19 vaksin covid-19
Annisa ayu artanti • 12 Oktober 2020 09:52
Jakarta: Pemerintah akan memulai program vaksin covid-19 pada awal November 2020. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto setelah melakukan kunjungan ke Tiongkok akhir pekan lalu. Pada pertemuan tersebut pemerintah telah melakukan finalisasi pembelian beberapa vaksin-19.
 
Terawan mengatakan saat ini persiapan detail untuk program vaksinasi terus dilakukan dengan memprioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan covid-19.
 
"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Terawan dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Terawan melanjutkan pihaknya juga tengah menyiapkan program vaksinasi covid-19, seperti memastikan fasilitas kesehatan di Indonesia termasuk Puskesmas dapat melakukan program tersebut.
 
Ia pun menegaskan para garda terdepan dan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi akan diberikan vaksin gratis oleh pemerintah. "Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," ucapnya.
 
Adapun, vaksin yang akan digunakan Indonesia berasal dari tiga perusahaan yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac. Ketiganya sudah masuk tahap akhir uji klinis tahap ketiga dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.
 
Sementara jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli. Untuk tahun ini Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November 2020, dan sekitar 15 juta-20 juta untuk 2021.
 
Sedangkan G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Sebanyak lima juta dosis akan mulai datang pada November 2020. Lalu pada 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose).
 
Sementara itu Sinovac menyanggupi tiga juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Lalu pada 2021 akan mengirim 125 juta (dual dose).
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif