Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Menperin: Realisasi Investasi Bantu Cegah PHK Meluas

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Virus Korona Ekonomi Indonesia Kementerian Perindustrian realisasi investasi PHK Pemulihan Ekonomi Nasional
Ilham wibowo • 11 November 2020 10:30
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim telah menjalankan upaya strategis untuk mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) meluas di sektor industri. Aktivitas manufaktur perlu tetap berjalan sembari memastikan wajib penerapan protokol kesehatan yang ketat.
 
Menperin mengemukakan pihaknya selama ini aktif mengawal realisasi penanaman modal dari sektor industri. Upaya tersebut akan membawa dampak luas bagi perekonomian nasional, di antaranya adalah penguatan struktur manufaktur di dalam negeri sehingga memacu daya saing hingga kancah global.
 
“Selain itu multiplier effect lain dari investasi sektor industri yang masuk adalah penyerapan tenaga kerja yang banyak. Jadi, artinya investasi merupakan salah satu kunci untuk mencegah PHK,” kata Agus, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang Januari-September 2020, sektor industri menggelontorkan dananya di Indonesia mencapai Rp201,9 triliun atau berkontribusi 33 persen dari total nilai investasi nasional sebesar Rp611,6 triliun. Penanaman modal di sektor industri pada sembilan bulan tersebut meningkat apabila dibandingkan periode yang sama di 2019 sekitar Rp147,3 triliun.
 
Subsektor yang memberikan sumbangsih terbesar pada devisa selama Januari-September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin dan elektronik yang menembus Rp77,8 triliun. Berikutnya, industri makanan sebesar Rp40,5 triliun, dan industri kimia dan farmasi berkisar Rp35,6 triliun.
 
Menperin optimistis resiliensi sektor industri manufaktur di Indonesia masih cukup kuat dan tinggi saat menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Situasi ini tercermin dari semangat berbagai perusahaan yang banyak mengajukan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) kepada Kemenperin.
 
Purchasing Managers’ Index (PMI) juga menunjukkan confidence para manajer di sektor industri dalam melakukan pembelian bahan baku. Hasil survei yang dirilis oleh IHS Markit, PMI manufaktur Indonesia Oktober menembus level 47,8 atau naik dibanding capaian pada September yang menempati posisi 47,2.
 
“Angka PMI sudah positif jika dibandingkan ketika covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada Februari-Maret. Jadi, sektor industri kini berada dalam fase menggeliat,” ujarnya.
 
Agus menegaskan, pihaknya akan terus menjaga momentum baik kinerja kuartal III-2020 ini agar bisa membaik hingga akhir tahun. Laju pertumbuhan lapangan usaha sektor manufaktur diharapkan dapat berada di zona hijau pada kuartal IV-2020.
 
“Peningkatan konsumsi masyarakat dan kedisiplinan masyarakat menjaga protokol kesehatan juga menjadi kunci,” pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif