Bandara AP II. Foto : Medcom/Syawaludiin.
Bandara AP II. Foto : Medcom/Syawaludiin.

Penumpang Wajib Tahu Syarat Baru Terbang dari Bandara AP II

Ekonomi bandara angkasa pura ii
Suci Sedya Utami • 10 Januari 2021 08:02
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan sejak 9-25 Januari 2021 diberlakukan ketentuan baru terkait tes covid-19 sebagai syarat perjalanan bagi penumpang pesawat rute domestik sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 01 Tahu 2021 dan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara Nomor 03 Tahun 2021.
 
Berdasarkan dua surat edaran tersebut, calon penumpang pesawat tujuan Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam.
 
Sementara itu, bagi calon penumpang pesawat dari dan ke Jawa serta di dalam Jawa, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes rapid test PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk rapid test PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan. Penerbangan angkutan perintis dan di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) juga tidak diwajibkan dari ketentuan ini.
 
Calon penumpang pesawat juga diminta untuk memperhatikan ketentuan di daerah tujuan lain seperti Kalimantan Barat yang mewajibkan adanya rapid test PCR bagi penumpang pesawat dengan tujuan ke provinsi tersebut.
 
VP of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan seluruh bandara AP II telah mengoperasikan Airport Health Center bagi calon penumpang pesawat untuk dapat melakukan tes covid-19.
 
“Keberadaan Airport Health Center untuk mendukung calon penumpang pesawat memenuhi kewajiban tes covid-19 dan memastikan terwujudnya penerbangan sehat sehingga sektor penerbangan nasional dapat tetap berkontribusi dan mendukung aktivitas masyarakat," kata Yado dalam keterangan resmi, Minggu, 10 Januari 2021.
 
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia dan bandara jangkar penerbangan domestik di tengah pandemi ini, AP II membuka delapan titik layanan Airport Health Center dengan tiga alternatif layanan yaitu pre-order service, walk in service dan drive thru service untuk mempermudah calon penumpang pesawat melakukan tes covid-19.
 
Di Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta, calon penumpang dapat melakukan rapid test PCR dengan hasil selambat-lambatnya H+1 setelah sampel diambil, dan rapid test antigen dengan hasil 15 menit setelah sampel diambil.
 
Adapun delapan titik Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta terletak di: Terminal 1 (Walk in service); Stasiun Skytrain Terminal 2 (Walk in service); Terminal 2D (Pre-order Service); SMMILE Center Terminal 3 (Walk in service); Area Lounge Umroh Terminal 3 (Pre-order service); Lapangan Parkir Terminal 3 (Drive thru service); Lapangan Parkir Terminal 2 (Drive thru service); Lapangan Parkir Terminal 1 (Drive thru service).
 
AP II mengimbau calon penumpang pesawat memilih pre-order service di Bandara Soekarno-Hatta agar mendapat kepastian jadwal tes (certainty) sehingga meningkatkan kenyamanan (convenient). Pre-order service juga menjadi alat kontrol (control) dalam melakukan distribusi waktu pelaksanaan tes.
 
Pre-order service dapat dilakukan melalui travelation.angkasapura2.co.id, lalu aplikasi Indonesia Airport (INAirport), dan barcode yang terdapat di area pelaksanaan tes untuk pre-order service.
 
“Kami berharap dengan tersedianya cukup banyak Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara AP II lainnya, ditambah dengan kemudahan validasi oleh petugas Kemenkes melalui eHAC, maka calon penumpang pesawat dapat memenuhi protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Yado.
 
Waspada surat palsu
 
AP II juga mengimbau agar penumpang berhati-hati terhadap adanya upaya penipuan yang berkaitan dengan surat hasil tes, lalu menolak praktik percaloan yang menawarkan surat hasil tes palsu, dan jangan melakukan pemalsuan surat hasil tes.
 
“Tes covid-19 sebagai persyaratan perjalanan hendaknya dipenuhi setiap calon penumpang pesawat dengan melakukan tes di fasilitas kesehatan. Kita harus tidak menyediakan tempat bagi surat keterangan palsu,” pungkas dia.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif