Menjelang musim mudik Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Menjelang musim mudik Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Mudik Lebaran 2026 Dipadati Jutaan Orang, Allianz Bagikan Tips Perjalanan Aman

Arif Wicaksono • 18 Maret 2026 10:05
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.
  • Diperkirakan sekitar 23,3 juta orang akan menggunakan bus, 19–20 juta menggunakan kereta api, dan 7–8 juta lainnya menggunakan pesawat.
Jakarta: Menjelang musim mudik Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
 
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Bagi sebagian masyarakat, transportasi umum seperti bus, kereta api, dan pesawat tetap menjadi pilihan bagi jutaan pemudik.
 
Baca juga: Awas Keliru, Ini Tanggal Cuti Bersama yang Dipakai Setelah Dipangkas

Diperkirakan sekitar 23,3 juta orang akan menggunakan bus, 19–20 juta menggunakan kereta api, dan 7–8 juta lainnya menggunakan pesawat. 
 
Sedangkan untuk mobil pribadi, Kementerian Perhubungan RI memprediksikan sekitar 76,24 juta orang akan menggunakan mobil pribadi untuk pulang ke kampung halaman. Salah satu yang membuat mobil pribadi sebagai pilihan utama adalah fleksibilitas bagi pemudik untuk mengatur waktu keberangkatan, rute perjalanan, dan istirahat. 

Dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik, tentunya persiapan yang matang sangatlah penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Dengan perencanaan yang matang, pemudik bisa mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi selama perjalanan, termasuk khususnya ketika menggunakan mobil pribadi.
 
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan perencanaan perjalanan yang baik menjadi salah satu kunci agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
 
“Perjalanan mudik sering kali melibatkan waktu tempuh yang panjang dan mobilitas tinggi. Apalagi bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi tubuh tetap fit, menyiapkan bekal perjalanan, hingga memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan, khususnya untuk mobil pribadi,” ujarnya.
 
Dia menuturkan untuk membantu perjalanan mudik tetap nyaman, pemudik dapat mempersiapkan beberapa hal sederhana sebelum tanggal keberangkatan, antara lain.
Pertama, pilih waktu keberangkatan dengan bijak, misalnya dengan menghindari jam-jam paling padat agar perjalanan lebih nyaman.
 
Kedua, siapkan daftar barang bawaan sejak awal, sehingga kebutuhan penting seperti perbekalan, obat-obatan pribadi, dan dokumen pribadi tidak tertinggal.
 
“Jaga kondisi tubuh tetap fit, dengan beristirahat cukup sebelum perjalanan, menjaga asupan makanan, dan memanfaatkan waktu transit untuk meregangkan tubuh,” tegas dia. 
 
Bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi umum, khususnya pesawat, pastikan tiket dan dokumen perjalanan lengkap, termasuk identitas diri sebelum berangkat untuk menghindari kendala saat proses check-in atau boarding.
 
Bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi, ada beberapa hal tambahan yang juga perlu diperhatikan, mulai dari menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, mematuhi batas kecepatan, waspada terhadap kondisi lalu lintas, dan juga sigap melihat kondisi jalan yang banyak rusak akibat cuaca buruk akhir-akhir ini.
 
“Pastikan juga kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, meliputi rem, ban, hingga oli mesin. Selain itu, rencanakan titik istirahat selama perjalanan, misalnya dengan berhenti di rest area setiap beberapa jam untuk menghindari kelelahan dan menjaga konsentrasi saat berkendara,” tegas dia.

Risiko perjalanan 

Meski berbagai persiapan telah dilakukan, risiko perjalanan tetap dapat terjadi, mulai dari keterlambatan keberangkatan, kendala di perjalanan seperti kecelakaan atau kerusakan kendaraan, hingga kondisi darurat medis yang tidak terduga. Oleh karena itu, selain mempersiapkan perjalanan dengan baik, pemudik juga dapat mempertimbangkan perlindungan tambahan agar perjalanan terasa lebih tenang.
 
“Perlindungan dapat membantu memberikan rasa aman tambahan ketika risiko tak terduga terjadi selama perjalanan. Dengan adanya perlindungan yang tepat, masyarakat dapat lebih fokus menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir,” ujar Ignatius Hendrawan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan