Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Jangan Asal Kasih! Ini Cara Menentukan Uang Saku Anak SD, SMP, dan SMA

Annisa ayu artanti • 14 Juli 2026 10:37
Ringkasnya gini..
  • Besaran uang saku anak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan mengikuti teman.
  • Uang saku menjadi media efektif untuk mengajarkan anak disiplin, menabung, dan bertanggung jawab.
  • Orang tua dapat menghitung uang saku berdasarkan biaya harian dan kemampuan finansial keluarga.
Jakarta: Tahun ajaran baru sering kali membuat orang tua kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama, yakni berapa uang saku yang ideal untuk anak sekolah. Ada yang memilih memberi uang secukupnya, ada pula yang mengikuti nominal yang diterima teman-teman anaknya.
 
Padahal, menentukan uang saku tidak bisa dilakukan asal-asalan. Selain memenuhi kebutuhan harian, uang saku juga menjadi sarana penting untuk mengajarkan anak mengelola keuangan sejak dini. Dengan perhitungan yang tepat, anak bisa belajar bertanggung jawab, disiplin, hingga memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
 
Lantas, bagaimana cara menentukan uang saku yang tepat? Berikut panduannya.

Mengapa uang saku penting untuk anak?

Merangkum laman Bank Mega, uang saku bukan sekadar bekal untuk membeli makanan atau kebutuhan sekolah. Lebih dari itu, uang saku menjadi bagian dari pendidikan finansial yang akan berguna hingga anak dewasa.

Melalui uang saku, anak dapat belajar:
 
- Mengatur prioritas antara kebutuhan dan keinginan.
- Mengelola pengeluaran sesuai anggaran.
- Menyisihkan uang untuk ditabung.
- Bertanggung jawab atas keputusan keuangannya.
 
Kebiasaan sederhana ini akan menjadi fondasi literasi keuangan yang bermanfaat di masa depan.
 
Baca juga: 5 Tips Hemat Belanja Bulanan Tanpa Harus Mengurangi Kualitas Makanan

Faktor yang menentukan besaran uang saku anak

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua anak. Besaran uang saku sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor berikut.
 
1. Usia dan jenjang pendidikan
Kebutuhan anak SD tentu berbeda dengan siswa SMP maupun SMA. Semakin tinggi jenjang pendidikan, biasanya kebutuhan hariannya juga bertambah.
 
2. Lokasi tempat tinggal
Biaya hidup di kota besar umumnya lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Harga makanan, transportasi, hingga kebutuhan sekolah perlu menjadi pertimbangan.
 
3. Kebutuhan harian
Hitung seluruh kebutuhan yang memang diperlukan selama berada di sekolah, seperti ongkos transportasi, makan atau camilan, hingga biaya fotokopi atau perlengkapan belajar.
 
4. Kondisi keuangan keluarga
Yang tidak kalah penting, uang saku harus disesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga. Tidak perlu memaksakan nominal hanya karena mengikuti teman sebaya.

Cara Menghitung Uang Saku Anak yang Simpel

Agar lebih objektif, orang tua bisa menggunakan beberapa metode berikut.
 
Hitung berdasarkan kebutuhan harian
Cara paling sederhana adalah menjumlahkan seluruh kebutuhan anak selama satu hari sekolah, kemudian dikalikan dengan jumlah hari masuk sekolah.
 
Gunakan persentase anggaran keluarga
Beberapa keluarga memilih mengalokasikan sebagian anggaran bulanan khusus untuk kebutuhan pendidikan, termasuk uang saku.
 
Gabungkan kebutuhan dan tabungan
Selain memenuhi kebutuhan harian, orang tua juga bisa memberikan tambahan kecil agar anak belajar menyisihkan uang untuk ditabung.

Contoh perhitungan uang saku anak

Sebagai gambaran, berikut simulasi kebutuhan harian seorang siswa SMP.
 
Transportasi: Rp10.000
Makan atau jajan: Rp15.000
Keperluan sekolah: Rp5.000
 
Total kebutuhan harian mencapai Rp30.000.
 
Jika anak bersekolah lima hari dalam seminggu, maka kebutuhan uang saku sekitar Rp150.000 per minggu atau Rp600.000 per bulan.
 
Nominal tersebut hanyalah contoh. Orang tua tetap dapat menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing keluarga.
 
Uang saku juga bisa menjadi media untuk membangun kebiasaan menabung.
 
Orang tua dapat mengajak anak menyisihkan sekitar 10 hingga 20 persen dari uang sakunya setiap kali menerima bekal. Tabungan tersebut dapat disimpan di celengan, rekening tabungan anak, maupun aplikasi keuangan yang sesuai usia mereka. Cara ini membantu anak memahami bahwa tidak semua uang harus dihabiskan hari itu juga.
 
Dengan menentukan nominal berdasarkan kebutuhan, menerapkan aturan yang konsisten, serta mengajarkan pentingnya menabung, orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan harian anak, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan mengelola keuangan yang akan bermanfaat sepanjang hidup.
 
Pada akhirnya, nilai terbesar dari uang saku bukan terletak pada jumlahnya, melainkan pada pelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian yang diperoleh anak sejak usia dini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan