Perseroan percaya langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus memperluas akses di pasar modal.
Stock split disetujui
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui stock split dengan rasio 1:2. Artinya, nilai nominal saham yang sebelumnya Rp25 per saham berubah menjadi Rp12,5 per saham.Dengan kebijakan ini, jumlah saham beredar meningkat signifikan dari 6.715.248.747 saham menjadi 13.430.497.494 saham.
Kebijakan stock split ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham CYBR serta memperluas partisipasi investor, khususnya investor ritel.
| Baca juga: Aset PT Itama Ranoraya Tbk Tembus Rp2,43 Triliun dengan Kenaikan Laba Bersih 23,03% di Tahun 2025 |
Perubahan anggaran dasar
Selain stock split, RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait struktur permodalan perseroan.Perubahan ini merupakan konsekuensi dari bertambahnya jumlah saham beredar setelah pelaksanaan stock split.
Tak hanya itu, perubahan juga dilakukan pada Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai tugas dan wewenang Direksi. Penyesuaian ini bertujuan memperjelas mekanisme representasi perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha.
Perubahan susunan pengurus
RUPSLB turut menetapkan susunan terbaru direksi dan dewan komisaris untuk melanjutkan sisa masa jabatan.Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris: Richardus Eko Indrajit
Komisaris Independen: Agustinus Nicholas L. Tobing
Komisaris: Andri Hutama Putra
Direksi:
Presiden Direktur: Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur: Marek Bialoglowy
Direktur: Eko Prasudi Widianto
Direktur: Bambang Susilo
Direktur: Doni Mora
Penghormatan untuk Direktur yang Wafat
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa keputusan strategis dalam RUPSLB ini menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
“Keputusan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat fondasi Perseroan sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi investor. Seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap cybersecurity akan semakin meningkat. Kami memastikan bahwa dari sisi teknologi, tata kelola dan organisasi, Perseroan siap untuk tumbuh secara berkelanjutan," jelas Patrick, Kamis, 16 April 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News