Dalam acara Media Luncheon yang digelar di Jakarta, General Manager Singapore Airlines Indonesia Seah Chee Chian, memaparkan peta jalan maskapai untuk menghadapi tantangan dan peluang di tahun ini, termasuk penambahan frekuensi penerbangan dan peluncuran kabin pesawat terbaru.
Salah satu sorotan utama dalam strategi jaringan SIA tahun ini adalah peningkatan layanan ke Sumatera Utara. Mulai 1 Februari 2026, Grup SIA akan menambah frekuensi penerbangan ke Medan. Selain layanan harian yang sudah dioperasikan oleh Singapore Airlines, maskapai berbiaya hemat milik grup, Scoot, juga akan memulai penerbangan harian ke Medan.
"Jadi, dari Medan ke Singapura, selain operasi sehari-hari Singapore Airlines, akan ada penerbangan lain dari Scoot mulai 1 Februari. Total akan ada tiga kali penerbangan sehari dari Medan ke Singapura yang dilayani oleh SIA Group," ungkap Seah Chee Chian.
Secara keseluruhan, Grup SIA kini melayani 21 titik di Indonesia, dengan rincian 4 kota besar (Jakarta, Bali, Surabaya, Medan) dilayani langsung oleh Singapore Airlines, dan 17 titik lainnya dilayani oleh Scoot. Scoot memegang peranan vital dalam menjangkau kota-kota secondary dan wilayah Indonesia Timur, seperti Balikpapan, Makassar, Manado, hingga Labuan Bajo. Ini mendorong jumlah wisatawan, logistik, hingga perdagangan yang inbound ke sejumlah destinasi nasional.
Sementara itu, rute Jakarta-Singapura tetap menjadi pasar tergemuk dengan pertumbuhan paling stabil. SIA mengoperasikan frekuensi tertinggi di rute ini, yakni 9 kali sehari, yang seluruhnya menggunakan pesawat berbadan lebar (wide-body) seperti Boeing 777 dan Airbus A3505. Penggunaan pesawat besar ini didasari oleh tingginya permintaan dari segmen pelancong bisnis maupun leisure premium.
SIA juga mengumumkan investasi besar-besaran dalam peningkatan kenyamanan penumpang. Maskapai ini sedang menjalani program retrofit (peremajaan) armada Airbus A350 yang telah diumumkan sejak akhir 2024. Peremajaan ini mencakup desain ulang total untuk kabin First Class dan Business Class, yang dirancang dari nol untuk memberikan pengalaman kemewahan baru bagi pelanggan.
"Kami tidak mengambil desain yang sudah ada dan meningkatkannya, tetapi ini adalah desain yang benar-benar baru," jelas Seah. Selain itu, armada baru Boeing 777-9 dijadwalkan akan mulai bergabung pada tahun 2027, membawa standar produk kabin generasi berikutnya.
Dari sisi teknologi, SIA berkomitmen menghadirkan konektivitas internet terbaik di udara. Maskapai ini tengah menginstalasi teknologi satelit orbit rendah (Low Orbit Satellite), serupa dengan sistem Starlink, untuk menghadirkan Wi-Fi berkecepatan tinggi. Fasilitas Wi-Fi ini ditawarkan secara gratis di seluruh armada pesawat SIA.
Selain Wi-Fi, aspek teknologi dari sisi konsumen yang ditawarkan SIA adalah poin KrisFlyer yang kini bisa dipakai untuk belanja. KrisFlyer telah berkembang melampaui penerbangan dengan membangun ekosistem yang mencakup tiga pilar utama non-penerbangan:
1. Kris+
Aplikasi gaya hidup dan pembayaran yang memungkinkan anggota mendapatkan dan menukarkan miles untuk transaksi sehari-hari seperti makan dan belanja di ribuan gerai mitra.
2. KrisShop
Platform omnichannel ritel andalan Singapore Airlines Group yang menawarkan pengalaman belanja produk premium.
3. Pelago
Platform pemesanan aktivitas dan pengalaman perjalanan (seperti tur, tiket atraksi) yang terhubung langsung dengan saldo miles KrisFlyer.
Seah juga membanggakan posisi SIA sebagai satu-satunya maskapai yang menawarkan kursi bisnis full flat (bisa direbahkan rata menjadi tempat tidur) di seluruh jenis pesawatnya, termasuk pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737-8.
Melihat prospek tahun 2026, SIA menyadari adanya tantangan makroekonomi, terutama terkait depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing utama seperti Dolar AS dan Euro. Kondisi ini diprediksi akan mengubah pola perjalanan masyarakat Indonesia.
"Pelanggan mungkin akan memilih destinasi dengan lebih berhati-hati. Alih-alih ke Eropa atau AS, mereka mungkin beralih ke destinasi yang lebih dekat di Asia, Australia, atau Selandia Baru di mana nilai tukar masih cukup kompetitif," analisa Seah.
SIA melihat ini sebagai peluang karena jaringan mereka di Asia Pasifik sangat kuat dan terdiversifikasi. Meskipun kompetisi antar maskapai diprediksi semakin ketat, pertumbuhan kapasitas pesaing diperkirakan tidak akan melonjak drastis akibat masalah rantai pasok global (supply chain) yang dialami pabrikan pesawat seperti Boeing dan Airbus.
Untuk memperkuat pasar domestik, SIA terus mempererat kemitraan Joint Venture dengan Garuda Indonesia. Kerja sama codeshare telah diperluas, memungkinkan penumpang SIA terhubung ke rute domestik Garuda seperti Jakarta-Lombok dan Jakarta-Labuan Bajo, begitupun sebaliknya untuk rute internasional. Anggota KrisFlyer dan GarudaMiles kini dapat menikmati keuntungan timbal balik seperti akses lounge dan penukaran poin.
Sebagai penutup, SIA mengumumkan akan kembali menggelar BCA Singapore Airlines Travel Fair yang akan berlangsung serentak pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di empat kota besar: Jakarta (Gandaria City), Bali (Trans Studio Mall), Surabaya (Pakuwon Mall), dan Medan (Centre Point Mall). Pameran ini diharapkan dapat menstimulasi permintaan perjalanan di awal tahun dengan penawaran harga spesial bagi para pelanggan setia.
Secara finansial, meskipun menghadapi kenaikan biaya operasional, SIA optimistis tetap mencatatkan profitabilitas yang sehat untuk tahun finansial 2025-2026, didukung oleh tingkat keterisian penumpang (load factor) yang konsisten berada di angka 85% atau lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News