Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menjadi salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja. Foto: Medcom.id
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menjadi salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja. Foto: Medcom.id

Gubernur BI Perry Warjiyo: UMKM Jadi Kunci Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Arif Wicaksono • 29 Juni 2026 09:33
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menjadi salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
 
Menurut Perry, Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonomi domestik agar mampu menghadapi berbagai gejolak global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga dinamika ekonomi dan keuangan internasional. 
 
Dalam kondisi tersebut, pengembangan UMKM menjadi strategi penting untuk menjaga
pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 

"Kita menghadapi dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian. Karena itu kita harus semakin mandiri. Apa pun yang terjadi di tingkat global, kita harus tetap bergerak maju," ujar Perry saat membuka kick-off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.

Perry menjelaskan program tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan berbagai mitra strategis dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha. Menurutnya, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar dampaknya semakin luas.
 
Ia menilai UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Saat ini terdapat lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia yang sebagian besar beroperasi dalam skala kecil dan menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan masyarakat.
 
Selain berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, sektor UMKM juga banyak digerakkan oleh perempuan. Karena itu, penguatan UMKM dinilai tidak hanya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung kualitas generasi mendatang.
 
"Ketika UMKM berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha. Mereka juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membantu menyiapkan masa depan anak-anak mereka," katanya.
 
Perry menambahkan, pengembangan UMKM juga menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Program tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

Perluas Dampak Program UMKM

Bank Indonesia sendiri selama ini telah menjalankan berbagai program pembinaan UMKM melalui 46 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 3.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan dalam berbagai sektor usaha.
 
Program pembinaan tersebut mencakup beragam bidang, mulai dari komoditas pertanian seperti kopi, beras, dan cabai, hingga industri makanan olahan, kerajinan, serta ekonomi kreatif.
Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga aktif mengembangkan ekonomi pesantren. Lebih dari 1.500 pesantren telah mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha produktif, mulai dari air minum kemasan, pertanian modern, peternakan, hingga bisnis kreatif.
Perry mengatakan seluruh program tersebut akan terus dilanjutkan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan dampaknya dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
 
Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pun hadir sebagai langkah untuk memperkuat sinergi berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperluas dampaknya secara nasional.
Menurut Perry, keberhasilan program tersebut akan ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Bank Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi dan UMKM, pemerintah daerah, asosiasi pesantren, komunitas usaha, hingga berbagai mitra strategis lainnya.
 
"Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama untuk membangun UMKM Indonesia yang lebih maju, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat," tutupnya.
 
Program Air Berkah Indonesia yang mendorong pengembangan usaha air minum dalam kemasan berbasis sumber daya lokal di lingkungan pesantren masih dipasarkan bagi lingkungan pesantren semata.
 
“Produk ini masih dikonsumsi di kalangan pesantren secara gratis belum ada agen pemasaran resmi, kalau di online kita ada di Shopee,” kata salah seorang pengurus pesantren dalam Program Air Berkah Indonesia.
 
Dia mengatakan air yang dijual menggunakan metode Hexagonal Reverse Osmosis dengan brand Ointika yang diklaim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, tetapi juga mendukung kesehatan secara menyeluruh berkat struktur air hexagonal yang kaya oksigen dan telah melalui proses penyaringan untuk menjaga kebersihan dari kuman, bakteri, maupun virus.
 
Selain itu, air hexagonal juga diklaim dapat membantu proses detoksifikasi dengan mengeluarkan sisa racun dari dalam sel, menjaga keseimbangan suhu tubuh, serta mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi kesehatan tetap optimal.
Tidak hanya untuk dikonsumsi, Ointika Air Minum Hexagonal juga disebut memiliki manfaat lain seperti dapat membuat nasi lebih tahan lama dan tidak cepat basi, serta membantu mengurangi bau amis pada ikan saat proses pencucian. 
 
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, produk ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mendukung gaya hidup sehat dalam keseharian.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan