Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S
Ilustrasi BBM. Foto: MI/Panca S

BPS Ungkap Harga Bensin hingga Tiket Pesawat Jadi Pemicu Inflasi Juni 2026

Annisa ayu artanti • 01 Juli 2026 16:06
Ringkasnya gini..
  • Inflasi Juni 2026 mencapai 0,44 persen, dipicu terutama oleh kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara.
  • Bawang merah, bawang putih, dan beras ikut mendorong inflasi, sementara ayam dan telur membantu menahan kenaikan.
  • Secara tahunan, inflasi mencapai 3,34 persen dengan makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang terbesar.
Jakarta: Kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara menjadi pemicu utama inflasi pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan mencapai 0,44 persen (month to month/mtm).
 
Data ini menunjukkan biaya mobilitas masyarakat masih menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pergerakan inflasi nasional.
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan tingkat inflasi kelompok transportasi tersebut tercatat sebesar 2,29 persen (month to month/mtm) dengan andil sebesar 0,28 persen pada Juni 2026.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara dan pelumas/oli mesin. Bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21 persen. Selanjutnya, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi 0,05 persen, sedangkan pelumas/oli mesin menyumbang 0,01 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 1 Juli 2026.
 
Baca juga: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Perkuat Rupiah dan Tekan Risiko Inflasi Global

Komoditas pangan ikut dorong inflasi Juni

Pendorong inflasi bulanan Juni 2026 selanjutnya yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat inflasi sebesar 0,20 persen (month to month/mtm) dengan andil 0,06 persen
 
Dari kelompok ini, komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain bawang merah sebesar 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, beras sebesar 0,02 persen, serta wortel, ikan segar, minyak goreng, cabai merah, daging sapi dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01 persen.
 
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil peredam inflasi alias mengalami deflasi.
 
Komoditas tersebut, di antaranya adalah daging ayam ras yang tercatat deflasi sebesar 0,06 persen, telur ayam ras deflasi sebesar 0,02 persen, serta sawi hijau dan ketimun masing-masing deflasi sebesar 0,01 persen.
 
Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026.
 
Adapun, andil inflasi tertinggi berturut-turut disumbangkan oleh komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,27 persen dengan tingkat inflasi 1,41 persen, lalu, komponen inti dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen dan tingkat inflasi 0,23 persen.
 
Kemudian, komponen bergejolak dengan andil inflasi 0,02 persen dan tingkat inflasi 0,14 persen.

Maluku Utara jadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi

Berdasarkan wilayah, inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 2,45 persen, sementara inflasi terendah terdapat di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah masing-masing sebesar 0,23 persen.
 
Sementara itu, secara tahunan, inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen (year on year/yoy) atau naik dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,87 persen.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan