Gedung BKPM. Foto: Dok. Setkab
Gedung BKPM. Foto: Dok. Setkab

BKPM Rogoh Rp24,5 Miliar untuk Bangun Pusat Pantau Realisasi Investasi

Ekonomi bkpm realisasi investasi
Eko Nordiansyah • 23 Maret 2020 12:52
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan command center atau Pusat Komando dan Pengawalan Investasi (Pusat Kopi). Sistem yang bisa digunakan untuk memantau realisasi investasi ini menghabiskan anggaran mencapai Rp24,5 miliar.
 
"Anggaran bangunan Rp1,5 miliar, untuk sistem (anggarannya) Rp23 miliar. Totalnya Rp24,5 miliar, paling mahal di sistem," kata Sekretaris Utama BKPM Andi Maulana dalam video conference di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.
 
Dirinya menambahkan, anggaran pembangunan Pusat Kopi BKPM sudah dilakukan sejak tahun lalu. Sementara pembangunannya telah dilaksanakan dari akhir 2019, kemudian kesiapan sistemnya baru bisa diselesaikan pada pertengahan Maret tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk anggaran command center ini dilaksanakan di Oktober 2019, selesai di Desember. Kemudian sistemnya disiapkan Maret (2020)," jelas dia.
 
Informasi yang dapat ditampilkan dalam Pusat Kopi BKPM, antara lain sentimen media sosial dan media digital, statistik harian permohonan perizinan melalui OSS, Potensi Investasi Regional (PIR), tracking status perizinan suatu perusahaan (end-to-end), pemantauan perizinan melalui OSS yang sedang diproses kementerian/lembaga lainnya, serta realisasi investasi.
 
Melalui Pusat Kopi, BKPM juga terus memantau permohonan perizinan antara lain registrasi perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha (IU), dan Izin Operasional Komersil (IOK) yang ada di sistem Online Single Submission (OSS).
 
Selain menyajikan data monitoring melalui layar besar, Pusat Kopi BKPM memiliki beberapa fasilitas lainnya seperti ruang presentasi, ruang rapat milenial, dan ruang Network Operations Center (NOC).
 
Pusat Kopi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan video conference dengan perwakilan BKPM di luar negeri serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan koordinasi tanpa melakukan tatap muka.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif