Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Menteri ESDM: Target Satu Juta Barel Perlu Extra Effort

Ekonomi Kementerian ESDM produksi minyak
Suci Sedya Utami • 02 September 2020 22:36
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui target produksi minyak satu juta barel per hari (bph) di 2030 perlu dicapai dengan upaya ekstra (extra effort).
 
Namun mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini mengatakan dengan waktu yang terbilang singkat menuju 2030 bukan tidak mungkin target tersebut bisa dicapai. Pemerintah tetap optimistis dengan peningkatan target itu.
 
"Memang program meningkatkan satu juta dalam waktu singkat butuh effort sangat besar, (meskipun dengan) EOR itu butuh pengujuan yang panjang tapi bukan tidak mungkin," kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mencapai target tersebut memang diperlukan penemuan cadangan migas baru. Arifin mengatakan Indonesia masih memiliki 68 cekungan yang belum tersentuh. Untuk membuktikan cekungan-cekungan tersbeut dibutuhkan kegiatan eksplorasi dengan mengundang investor-investor migas.
 
Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan produksi di lapangan-lapangan existing, salah satunya dengan mengundang pihak swasta untuk masuk ke wilayah kerja yang dikelola oleh Pertamina.
 
Selama ini banyak lapangan-lapangan migas yang telah ditinggalkan oleh pengelola terdahulu dan dikembalikan ke pemerintah untuk selanjutkan diserahkan pengelolaan pada Pertamina. Misalnya saja Blok Mahakam pasca dikelola oleh Total E&P Indonesie di 2018, serta Blok Rokan yang dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia dan akan mulai diambilalih Pertamina di 2021. Ia bilang pihaknya tengah mempersiapkan agar lapangan-lapangan tersebut bisa dikerjasamakan.
 
"Kita upayakan selama ini lapangan yang diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Pertamina yang ditunjuk untuk mengelola saat ini dilakukan persiapan bagaimana lapangan ini dikerjasamakan dengan pihak swasta," tutur dia.
 
Serta juga dengan menambah kegiatan-kegiatan geoseismik untuk meneropong potensi-potensi wilayah yang memiliki cadangan migas di Tanah Air. Ia mengatakan yang teranyar, telah dilakukan survei seismik 2D Komitmen Kerja Pasti (KKP) Wilayah Kerja Jambi Merang sepanjang 31.140 km2. Survei ini mencakup 35 cekungan dari 128 cekungan yang ada di Indonesia. Hasil dari survei tersebut akan diproses dan dievaluasi oleh Pertamina.
 
"Diharapkan data bisa diperoleh Septemnber atau Oktober. Dan diharapkan awal 2021 kita bisa launch lagi kegiatan geosesmik ini," jelas Arifin.
 
Sebelumnya mantan Wakil ESDM Rudi Rubiandini menilai target satu juta bph sulit dicapai. Rudi mengatakan para insinyur di sektor energi menilai berdasarkan fakta yang ada bahwa produksi minyak semakin turun.
 
"Prospek produksi migas sulit kembali dicapai di atas satu juta barel pada 2030, apalagi 2025. Kami kalau engineer berdasarkan fakta, tapi kalau kalian mau berdoa silakan minyak satu juta barel, boleh," kata Rudi.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif