Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Peluang Investasi Tambak Udang di Parigi Moutong Dinilai Potensial

Antara • 01 Juni 2020 18:32
Parigi: Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan peluang investasi tambak udang di daerah itu sangat potensial seiring diberikannya kewenangan kepada pemerintah setempat menerbitkan izin usaha budi daya perikanan oleh pemerintah pusat.
 
"Kewenangan itu hanya untuk tambak udang tradisional dan teknologi intensif yang diberi kelonggaran oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan. Sedangkan teknologi super intensif kewenangannya berada di pemerintah provinsi," ujar Kepala Dinas Perikanan Parigi Moutong Efendi Batjo seperti dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2020.
 
Menurut Efendi, dengan diberikannya akses penerbitan perizinan pada subsektor budi daya perikanan maka pemerintah setempat menjamin investor dalam mengurus izin pertambakan lebih mudah dan cepat.

Sebab saat ini luas lahan tambak udang potensial di daerah itu sekitar 10.816 hektare dan yang terkelola seluas 7.189 hektare dengan rata-rata produksi per tahun mencapai 4.885 ton khusus sistem budi daya tambak tradisional.
 
Dia menilai, sektor perikanan sangat membatu serta berkontribusi menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya komoditas udang vaname yang saat ini sedang gencar di budi daya oleh petambak kabupaten setempat, karena harga jualnya cukup tinggi.
 
"Meski pandemi covid-19 memengaruhi ekspor udang vaname, namun harga di pasar tradisional masih cukup stabil. Artinya, komoditas ini sangat memberi keuntungan bagi pembudidaya, karena masih ada alternatif penjualan hasil produksi," kata Efendi.
 
Dia menjelaskan, guna meningkatkan animo investor berinvestasi di Parigi Moutong, hal paling utama dilakukan pihaknya yakni pemetaan lahan yang masuk dalam zona pengembangan kawasan budi daya sesuai yang ditetapkan dalam tata ruang.
 
"Jika lahan-lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan budi daya perikanan letaknya jelas, maka kita lebih mudah mengajak investor bekerja sama," tambah Efendi.
 
Dia memaparkan, pengembangan budidaya udang vaname sebagian besar masih dilakoni pelaku usaha lokal dan masih menggunakan pola tambak tradisional.
 
Sejauh ini di Parigi Moutong baru menggandeng dua perusahaan yang mengembangkan budi daya udang menggunakan teknologi intensif dengan luas lahan masing-masing dikelola PT Esaputli Pratama di Desa Tomoli Kecamatan Toribulu sekitar 16,5 hektare, dan PT Aquacultera Prima di Desa Sijoli Kecamatan Moutong seluas 250 hektare.
 
"Teknologi intensif yang sedang dikembangkan dua perusahaan itu diprediksi mampu memproduksi 25 hingga 30 ton per siklus panen," pungkas Efendi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan