Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami. FOTO: Medcom.id
Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami. FOTO: Medcom.id

Anak Usaha Kimia Farma Kian Gencar Ekspansi Bisnis

Angga Bratadharma • 18 Juni 2020 15:26
Jakarta: PT Phapros Tbk yang merupakan anak usaha PT Kimia Farma Tbk kian gencar melakukan ekspansi bisnis. Salah satu portofolio produk yang sedang dikembangkan adalah produk kecantikan berbahan dasar biologi atau sekret metabolit stem cell bersama Universitas Airlangga, Surabaya, yang harapannya bisa memaksimalkan laju bisnis di masa mendatang.
 
Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan pasar kosmetik kini menjadi peluang besar. Untuk itu, emiten berkode saham PEHA ini menggandeng pusat pengembangan dan penelitian stem cell Universitas Airlangga dalam mengembangkan serum anti penuaan dini (anti-aging) berbahan dasar biologi atau non kimia.
 
"Ini merupakan salah satu dukungan kami terhadap hilirisasi riset. Dalam mengembangkan produk ini, kami juga telah mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti sebesar Rp20,2 miliar sejak 2017 sehingga kami harapkan semester dua tahun ini sudah siap diproduksi," ujar Emmy, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Juni 2020.

Emmy menambahkan pihaknya membidik kalangan menengah ke atas sebagai target konsumen serum kecantikan berbahan dasar biologi pertama di Indonesia tersebut. Hal ini karena prosesnya yang cukup rumit, membutuhkan penelitian yang cukup lama, dan menggunakan sel yang diambil dari tubuh manusia.
 
"Sehingga produk ini dibanderol dengan harga di atas Rp1 juta per botol. Kami juga berencana bekerja sama dengan klinik kecantikan untuk memasarkan produk ini," tukasnya.
 
Adapun pendapatan yang ditargetkan oleh emiten yang pada 21 Juni genap berusia 66 tahun dari penjualan produk ini masih di bawah Rp3 miliar, namun kedepannya Phapros optimistis jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan tren kecantikan yang berkembang saat ini dan permintaan pasar.
 
"Serum ini masih diproduksi secara manual oleh Universitas Airlangga, Surabaya. Sehingga, untuk saat ini kami belum mematok target yang tinggi untuk penjualan," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan