Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

Menperin Minta Dukungan Relaksasi Pajak Mobil Baru 0% ke DPR

Ekonomi pajak kendaraan Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 22 September 2020 16:41
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta dukungan Komisi VI DPR RI untuk merealisasikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen. Langkah pemangkasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai bakal memberikan efek berantai bagi pemulihan ekonomi nasional.
 
"Relaksasi pajak pembelian mobil baru ini latar belakangnya adalah industri otomotif merupakan industri yang paling berat terdampak pandemi, sehingga harus dapat perhatian khusus," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa, 22 September 2020.
 
Menurut Agus, usulan stimulus fiskal bagi sektor otomotif hingga Desember 2020 ini telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan untuk dikaji. Pertumbuhan secara berantai dipastikan terjadi lantaran industri otomotif melibatkan banyak kelompok industri kecil menengah dalam pemenuhan komponen kendaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus mengatakan kebijakan tersebut telah diimplementasikan oleh negara lain dan berhasil mendongkrak penjualan mobil Juni-Juli hingga 80 persen. Meski demikian, Agus tak merinci negara mana yang ia maksud.
 
"Bisa kita bayangkan sektor otomotif ini punya supply chain yang cukup banyak, salah satu yang paling banyak dibandingkan sektor lain, sehingga apabila sektor otomotif tumbuh pendukungnya juga akan ikut tumbuh, belum lagi ketika bicara mengenai dukungan jasa seperti bengkel dan sebagainya," paparnya.
 
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, industri otomotif di Tanah Air pada beberapa produknya juga telah menerapkan regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 75 persen. Keterlibatan tenaga kerja dan bahan baku lokal sangat besar meski brand mobil tersebut menggunakan nama perusahaan dari negara lain.
 
"Satu produk misalnya mobil L300 buatan Mitsubishi, itu sekarang per hari ini lokal kontennya 75 persen. Bisa dibayangkan kalau L300 ini tidak ada pembelian sehingga akan berpengaruh 75 persen ke supply chain yang ada di L300 ini. Apabila laku industri otomotif menggeliat dan konsumen juga menggeliat itu akan mempengaruhi supply chain yang ada di bawahnya," pungkas Agus.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif