Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok MI
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok MI

Erick Pastikan Bio Farma Bukan Tukang Jahit Sinovac

Ekonomi Virus Korona Bio Farma Erick Thohir vaksin covid-19
Suci Sedya Utami • 20 Agustus 2020 21:49
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Indonesia bukan sekadar tukang jahit yang memasok vaksin covid-19 dari Tiongkok. Kerja sama antara PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac Biotech Ltd ini akan memanfaatkan transfer pengetahuan dan teknologi.

"Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac adalah sebuah kerja sama yang win-win, menang-menang. Bio Farma bukan tukang jahit. Tapi Bio Farma punya kesempatan dengan Sinovac terkait transfer knowledge dan technology. Ini yang perlu digaris bawahi," kata Erick dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 20 Agustus 2020.
 
Dalam kerja sama itu, Bio Farma dan Sinovac menyepakati pembelian vaksin hingga 40 juta dosis yang akan dilakukan dalam dua tahap atau perjanjian.
 
Pertama, Sinovac akan memasok vaksin mulai November 2020 hingga Maret 2021 ke Bio Farma. Perjanjian kedua yakni perpanjangan kontrak pembelian vaksin covid-19 setelah Maret 2021 hingga akhir 2021

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain dengan Sinovac,  Indonesia juga melakukan penjajakan kerja sama vaksin dengan industri farmasi di luar Tiongkok seperti Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ia menegaskan transfer pengetahuan dan teknologi tetap menjadi poin utama dalam kerja sama pembelian vaksin dari negara manapun.
 
"Saya juga menekankan ketika ketemu cansino ataupun sinopharm kita ingin pastikan transfer teknologi itu bukan hanya sekadar beli," tutur dia.
 
Ia menambahkan Indonesia membutuhkan jumlah vaksin yang memadai dengan harga terjangkau. Dengan begitu, imunisasi massal dapat segera dilakukan awal tahun depan.
 
“Kami di Komite memperbesar dan melakukan berbagai daya upaya untuk mengurangi penyebaran virus sambil terus membangun kemandirian bangsa lewat pengembangan vaksin Merah Putih dan terapi penyembuhan. Sambil menunggu vaksin Merah Putih, vaksin dari negara lain masih dibutuhkan untuk melindungi masyarakat Indonesia agar kesehatan pulih, ekonomi bangkit," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif