Ilustrasi pekerja kantoran. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.
Ilustrasi pekerja kantoran. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.

Kemnaker: Jumlah Libur Pekerja RI Terbanyak Dibanding Asia Tenggara

Ekonomi Tenaga Kerja Upah ump Kemenaker Upah Minimum Kenaikan Upah Minimum
Ade Hapsari Lestarini • 22 November 2021 14:05
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, dari sisi jam kerja, Indonesia memiliki hari libur bagi pekerja paling banyak bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara.
 
Menurut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Dita Indah Sari, jumlah hari libur di Indonesia masih terlalu banyak. "Dari segi jam kerja dan jumlah libur kita ini besar, banyak," ujar Dita, dilansir laman Kemnaker, Senin, 22 November 2021.
 
Sebagai perbandingan adalah Thailand. Dia menjelaskan, jam kerja di Indonesia lebih sedikit setiap minggunya. Sementara Thailand dalam seminggu jam kerja mencapai 42-44 jam. Sementara di Indonesia hanya 40 jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan untuk hari libur, di Indonesia dalam setahun dapat mencapai 20 hari libur. Belum lagi ditambah dengan beragam cuti. Sedangkan di Thailand dalam setahun tidak lebih 15 hari libur.
 
Dengan semakin sedikitnya jam kerja, kata Dita, output atau hasil kerja yang dilakukan tenaga kerja di Indonesia pun menjadi sedikit. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap nilai produktivitas yang rendah.

Upah minimum Indonesia terlalu tinggi

Terkait hal itu, lanjut Dita, Upah Minimum (UM) di Indonesia saat ini terlalu tinggi jika dikomparasi atau dibandingkan dengan nilai produktivitas tenaga kerja. Menurutnya, nilai efektivitas tenaga kerja di Indonesia masih berada di urutan ke-13 Asia.
 
"Baik jam kerjanya, maupun tenaga kerjanya, ini umum secara nasional. Komparasinya ketinggian itu dengan produktivitas," ungkap Dita.
 
Dia menjelaskan, kebijakan pengupahan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dimaksudkan untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional. Sehingga diharapkan upah menjadi pembanding yang adil terhadap nilai produktivitas.

Produktivitas Indonesia kalah dari Thailand

Dita menambahkan, produktivitas Indonesia pun masih kalah dari Thailand. Adapun poin Thailand mencapai 30,9, sedangkan Indonesia hanya 23,9.
 
Adapun dari sisi upah, upah minimum di Indonesia justru lebih tinggi dari Thailand. Di Thailand dengan nilai produktivitas 30,9 poin upah minimumnya mencapai Rp4.104.475, upah minimum tersebut diberlakukan di Phuket.
 
Sementara itu di Indonesia, dengan upah minimum di Jakarta mencapai Rp4.453.724, nilai produktivitasnya cuma mencapai 23,9 poin saja.
 
"Komparasinya itu di situ, karena nilai jam kerja jadi lebih sedikit, makanya upah itu ketinggian enggak sesuai dengan produktivitas jam kerja dan efektivitas tenaga kerja," paparnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif