Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)

Komite II DPD Dukung Kementan Kembangkan Produk Olahan Ubi Kayu

Gervin Nathaniel Purba • 14 Juli 2021 13:31
Jakarta: Ubi kayu memiliki potensi besar dalam industri produk makanan nasional. Selain sehat, makanan ini juga memiliki cita rasa tinggi yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk siap saji.
 
Hal ini mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar ubi kayu sebagai makanan lokal sehat dan berkualitas. Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sumatera Barat Emma Yohanna mendukung upaya tersebut.
 
Terlebih, saat ini Konsorsium Bisnis di Minangkabau (Sumatera Barat) sedang membuat Mie Minangkabau yang semua bahan bakunya terdiri dari mocaf (singkong). 

Meski demikian, kata Emma, produsen makanan olahan lokal di Sumbar masih bekerja sama dengan perusahan di Jawa Tengah. Emma optimistis, bukan tidak mungkin akan lahir unit-unit usaha dari pelosok desa pada masa depan.
 
"Industri atau pabrik Mocaf itu belum ada di Sumbar, baru akan ada tahun depan direncankan keperluan awal itu 500 hektare. Kalau saat ini masih kerja sama dengan Jawa Tengah," kata Emma, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 14 Juli 2021.
 
Sebagai informasi, produk olahan makanan Minangkabau saat ini berupa Mie Instan yang memiliki varian rasa gulai tunjang dan gula cincang. Ada juga varian rasa rendang.
 
Sebelumnya, anggota Komite II DPD lainnya, Stefanus Liow, juga mengapresiasi upaya dan kerja keras jajaran Kementan terhadap peningkatan produksi pangan, baik lokal maupun nasional. Menurut Stefanus, kinerja tersebut sangat luar biasa karena memiliki kontribusi besar terhadap perbaikan ekonomi nasional.
 
"Selain makanan lokal, yang juga menjadi perhatian saya saat ini adalah banyaknya usulan dari rakyat untuk mengembangkan bunga krisan sebagai bunga yang berpotensi ekspor, terutama ke Jepang," katanya.
 
Senada, Guru Besar Universitas Jember Profesor Achmad Subagio mendukung gerakan diversifikasi pangan lokal sebagai kekuatan dalam membangun sektor pertanian masa depan dan bisa dimulai melalui olahan ubi kayu karbohidrat seperti singkong.
 
"Kita tahu ada mocaf dari bahan dasar singkong. Kemudian, ada gaplek dan tapioka yang juga sama-sama dari singkong. Belum lagi akar dan daun yang bisa digunakan untuk olahan kimia dan makanan lain," katanya.
 
Komoditas singkong memiliki potensi bisnis yang sangat luar biasa, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor untuk produk olahan mocaf. Tak hanya itu, singkong dianggap sebagai kekuatan sekaligus karakter produk makanan bangsa Indonesia.
 
"Singkong itu sangat luar biasa sekali karena dari singkong kita bisa memiliki kekuatan sebagai sebuah bangsa. Bahkan, produk kimia saja bahan bakunya dari akar singkong," ucap Subagio.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan