Ia mengatakan saat ini BUMN melalui PT Bio Farma telah bekerja sama dengan tujuh institusi, salah satunya Eijkman serta enam universitas untuk menemukan dan mengembangkan vaksin Merah Putih.
"Alhamdulillah dari penjajakan ada tanda-tanda dua penemuan dilakukan di tahun ini," kata Erick dalam peluncuran Plasma BUMN untuk Indonesia, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021.
Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan apabila seed tersebut telah diterima oleh Bio Farma pada kuartal I-2022, maka akan dilakukan uji coba. Ia bilang uji coba terakhir vaksin Merah Putih akan dilakukan pada kuartal III tahun depan.
"Sehingga di kuartal IV-2022 sudah ada vaksin Merah Putih sendiri," ucap Erick.
Sembari menunggu vaksin Merah Putih, kata Erick, BUMN terus menjalankan tugas yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendukung program vaksinisasi yang bahan baku vaksinnya untuk saat ini masih didatangkan dari luar negeri.
Selain itu, lanjut Erick, pihaknya juga mendorong kerja sama dengan banyak pihak terkait pentingnya menjalankan protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Serta juga menjalankan upaya 3T yakni tes covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut peraatan pasien covid-19 (treatment).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News