Ilustrasi pembangunan tol. MI/Ahmad Novriwan
Ilustrasi pembangunan tol. MI/Ahmad Novriwan

Kekurangan Dana Rp80,5 Triliun Bangun Tol Sumatra, Hutama Karya Minta Tambahan PMN

Ekonomi pmn hutama karya jalan tol trans sumatera
Annisa ayu artanti • 17 November 2020 15:46
Jakarta: PT Hutama Karya Tbk (Persero) membeberkan bahwa perusahaan membutuhkan dana sebesar Rp80,5 triliun untuk pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatra tahap pertama.
 
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto berharap dana tersebut dapat diperoleh pada awal 2023, sebab pekerjaan fisik proyek tersebut selesai di akhir 2022.
 
"Kekurangannya adalah Rp80,5 triliun," kata Budi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR-RI, Selasa, 17 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan kekurangan dana tersebut ditaksir setelah memperhitungkan asumsi perusahaan memperoleh dana dari Badan Layanan Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp19 triliun.
 
Adapun, kebutuhan pendanaan proyek jalan tol Trans Sumatra mencapai Rp152 triliun dan tambahan dukungan konstruksi Rp15 triliun.
 
Lebih lanjut, ia juga menuturkan, kebutuhan likuiditas yang diperlukan mencapai Rp120 triliun. Sampai 2020 perusahaan sudah memperoleh Rp39,7 triliun, dengan Rp27 triliun merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN). Kemudian perusahaan juga melakukan pinjaman Rp31 triliun.
 
"Jadi kami masih perlu PMN Rp80,5 triliun," ucapnya.
 
Ia mengakui perusahaan akan mendapatkan PMN sebesar Rp6,2 triliun pada tahun depan. Namun nilai tersebut dirasa belum cukup untuk menutupi kekurangan pendanaan proyek strategis tersebut. PMN diperlukan untuk menjaga kinerja perusahaan.
 
"Jadi kalau Rp6,2 triliun ini terlalu kecil, mohon Bapak Ibu Komisi XI agar aktivitas kami di lapangan bisa kontinu. Kalau PMN ini terlambat kami harus menggunakan bridging dari bank," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif