Ignasius Jonan. FOTO: MI/SUSANTO
Ignasius Jonan. FOTO: MI/SUSANTO

Jonan: Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugas KLHK-Kemenkes

Ekonomi BBM Kementerian ESDM ignasius jonan
Antara • 30 September 2020 09:30
Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan kampanye dan edukasi penggunaan BBM ramah lingkungan kepada masyarakat seharusnya dilakukan oleh dua kementerian. Kementerian itu yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kesehatan.
 
"Yang harus kampanye adalah Menteri Kesehatan dan Menteri Lingkungan Hidup atau dua kementerian ini yang harus kampanye bagaimana menggunakan bahan bakar lebih eco friendly, bukan Menteri ESDM," kata Jonan, dikutip dari Antara, Rabu, 30 September 2020.
 
Mantan Menteri ESDM yang menjabat selama tiga tahun tersebut menegaskan bahwa dalam konsep keamanan energi (energy security), aspek keamanan lingkungan hidup juga sangat dipertimbangkan oleh dunia saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia sumber energi yang sangat bertentangan dengan lingkungan hidup, seperti BBM fosil, tidak akan bertahan lama digunakan karena dampak lingkungan dan kesehatan yang jauh lebih besar. Namun demikian, BBM jenis premium dan pertalite hingga kini masih bertahan digunakan oleh masyarakat Indonesia, padahal kadar polusi yang ditimbulkan sangat tinggi.
 
Indonesia termasuk tujuh negara di dunia yang masih menggunakan bahan bakar di bawah RON 90, yakni Kolombia, Mesir, Ukraina, Mongolia, Uzbekistan, dan Bangladesh. Indonesia pun masih menggunakan BBM jenis premium dengan RON 88.
 
Oleh karena itu, Jonan mendorong peningkatan penggunaan energi terbarukan, seperti biodiesel lewat program B30 yang sudah dijalankan pemerintah saat ini. Selain itu, ia menilai penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, seperti ethanol dan biofuel masih akan terus digunakan setidaknya hingga 50 tahun ke depan, daripada BBM fosil dan energi listrik.
 
"Kendaraan listrik tidak akan menjadi dominasi menurut saya, sampai dengan 50 tahun lagi. Pasti kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar likuid yang masih jalan, makanya itu dibutuhkan biodiesel," pungkas Jonan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif