Chairman Ajaib Group Andi Gani Nena Wea (kanan) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah). Foto Istimewa.
Chairman Ajaib Group Andi Gani Nena Wea (kanan) dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah). Foto Istimewa.

Startup Ajaib Edukasi Investasi ke Generasi Milenial

Husen Miftahudin • 12 Agustus 2022 16:00
Jakarta: Startup Ajaib Group menggelar edukasi investasi bagi anak-anak muda bertajuk 'Jagongan Bareng Ajaib, Berani Mapan Bareng' di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
 
Chairman Ajaib Group Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, saat ini hampir 50 persen investor saham di Indonesia merupakan pengguna aplikasi Ajaib. Karena itu, kedatangan Ajaib di Jateng untuk memberikan edukasi ke masyarakat bagaimana berinvestasi dari nominal yang kecil hingga besar.
 
"Kami juga memberi pemahaman bagaimana risiko investasi. Itu memang menjadi kewajiban pihak aplikasi untuk mengedukasi publik," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi Gani menegaskan, Ajaib kini sudah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta mendapat izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
 
Menurutnya, potensi nasabah di Jateng cukup tinggi dilihat dari banyaknya masyarakat yang sudah berani berinvestasi. Sehingga ia menaruh harapan besar terhadap pasar di Jateng.
 
Untuk itu, kata Andi Gani, Ajaib senantiasa berinovasi untuk memberikan pengalaman investasi terbaik serta memberikan akses terhadap layanan investasi secara merata. "Kami ingin menciptakan jutaan generasi muda lainnya untuk turut produktif dan melek investasi," ujarnya.
 
Baca juga: Konsistensi Mengedukasi Investor Muda di Pasar Modal

 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi Ajaib selaku perusahaan teknologi di bidang investasi yang telah mengedukasi generasi muda seputar investasi. Menurut dia, sudah saatnya masyarakat melek investasi dan mengelola keuangan dengan baik agar mampu merdeka secara finansial.
 
Saat ini, kata Ganjar, perusahaan yang menawarkan investasi sudah menjamur, kegiatan berinvestasi pun menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Namun, masyarakat harus hati-hati. "Jangan sampai terjebak pada perusahaan-perusahaan investasi bodong," ujarnya.
 
Salah satu cara untuk mengetahui perusahaan investasi yang aman yakni, dilihat apakah sudah terdaftar di OJK atau belum.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif