Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Apindo: Relaksasi PSBB Bisa Tekan PHK

Ekonomi apindo ekonomi indonesia virus corona PSBB
Ilham wibowo • 13 Mei 2020 09:04
Jakarta: Asosiai Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut rencana pemulihan ekonomi dari pandemi virus korona (covid-19) perlu segera dibuat pemerintah. Strategi yang dirancang Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bisa memberikan kepastian kepada pelaku usaha.
 
"Pihak bisnis sepatutnya mengapresiasi atas rencana pemerintah untuk merelaksasi PSBB," kata Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani kepada Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Menurut Shinta, relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya akan dimulai pada Juni bakal menekan bertambahnya jumlah pengangguran. Pasalnya, banyak perusahaan yang telah memberhentikan sebagian besar aktivitas produksinya dalam dua bulan terakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di tengah dampak ekonomi yang semakin menekan banyaknya PHK dan turunnya produktivitas industri selama masa PSBB ini berlangsung," ujarnya.
 
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa pergerakan perekonomian dan kesehatan mesti saling berdampingan. Ia tak mau pengusaha kemudian dijadikan kambing hitam lantaran koordinasi yang kurang baik antar pemerintah pusat dan daerah.
 
"Perlu bagi pemerintah untuk merencanakan strategi relaksasi PSBB yang tepat," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengungkapkan rencana pemulihan ekonomi dari pandemi virus korona (covid-19). Pemulihan secara bertahap akan dilakukan dengan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai awal Juni.
 
"Ada gagasan untuk relaksasi PSBB mulai dari daerah-daerah yang telah menunjukkan kasus sangat kecil penambahannya," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rakorbangpus secara virtual di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Dalam rencana tersebut, prioritas pemulihan ekonomi dilakukan melalui opsi relaksasi PSBB bertahap di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara untuk wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, dan luar Jawa menunggu kurva menurun.
 
"Relaksasi kita berikan sektor tertentu secara bertahap. Tapi yang penting social distancing, menggunakan masker dan tes covid yang berulang kali disampaikan tes massal harus dilakukan," jelas dia.
 
Meski begitu, Suharso menjelaskan kebijakan yang diambil di daerah tertentu tidak bisa diterapkan pada daerah lainnya. Karena setiap daerah bergantung pada kondisi dan waktu penyebaran virus korona.
 
Secara umum kecepatan pemulihan ekonomi tergantung pada kombinasi yang pas antara kebijakan pemutusan sebaran virus dan kebijakan ekonomi. Jika semakin rendah sebaran covid-19, maka proses pemulihan ekonomi bisa cepat dilakukan.
 
"Lebih bagus lagi, yakni bisa berusaha melakukan penekanan terhadap penambahan laju orang terkena, jadi sukses kebijakan pemutusan sebaran virus. Dan pada saat bersama kita punya upaya untuk memulihkan ekonomi nasional," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif