Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Ramdani
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Ramdani

Pendekatan Berhasil, Foxconn Mau Pindahkan Pabrik Suku Cadang ke RI

Ekonomi investasi foxconn Bahlil Lahadalia
Antara • 25 Januari 2022 20:46
Jakarta: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn juga akan memindahkan separuh kapasitas pabrik suku cadang (sparepart) telekomunikasi ke Indonesia.
 
"Dia (Foxconn) memindahkan sebagian volume pabrik mereka di Tiongkok untuk sparepart telekomunikasi, akan dibangun di Batang (Jawa Tengah)," katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2022, dilansir Antara, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Menurut Bahlil, Indonesia sudah mengejar perusahaan asal Taiwan itu untuk berinvestasi di Tanah Air sejak 20 tahun terakhir hingga akhirnya mereka luluh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemarin saya baru tanda tangan MoU dengan Foxconn. 20 tahun Indonesia mau kejar mereka enggak masuk-masuk. Kemarin saya sudah tanda tangan MoU, Foxconn akan masuk investasi di Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp114 triliun," katanya.
 
Masuknya Foxconn di berbagai lini industri, lanjut Bahlil, diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara.
 
Foxconn sendiri baru saja menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia senilai USD8 miliar atau setara Rp114 triliun. Kerja sama tersebut juga melibatkan Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk.
 
Kerja sama investasi pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan melalui investasi baterai listrik, kendaraan listrik, dan industri pendukungnya itu dilakukan dengan skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL).
 
Melalui nota kesepahaman tersebut, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus).
 
Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif