Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Pedulicovid19.Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. FOTO: Pedulicovid19.Kemenparekraf

Sandiaga: Jepang Mitra Strategis Indonesia dalam Fase Pemulihan Parekraf

Ekonomi Ekonomi Kreatif ekonomi jepang indonesia-jepang Sandiaga Uno Kemenparekraf
Antara • 20 April 2022 10:02
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan Jepang merupakan negara yang menjadi mitra strategis dalam fase pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) pascapandemi covid-19.
 
Menparekraf mengemukakan hal itu ketika menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji guna membahas potensi kerja sama dalam upaya membangkitkan kembali sektor parekraf kedua negara.
 
"Jepang selain sebagai salah satu member dari negara G20, juga konsisten sebagai negara dengan kunjungan turis terbesar ke Indonesia. Pada 2019, hampir 520.000 turis Jepang yang berkunjung ke Indonesia," katanya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seiring dengan penanganan pandemi covid-19 di Indonesia yang makin baik disertai tingkat vaksinasi yang terus diakselerasi, lanjut dia, Indonesia telah membuka kembali perbatasan untuk kunjungan wisatawan mancanegara. Menurut dia, saat ini menjadi momentum yang tepat bagi industri Jepang berinvestasi guna meningkatkan rantai pasok parekraf.
 
"Indonesia memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif mulai dari kuliner, fesyen, hingga kriya, serta aplikasi, gim, animasi, dan lainnya. Hal ini diharapkan dapat memberi keyakinan pada pemerintah Jepang untuk dapat memberikan return home policy yang sama terhadap Indonesia," ungkap dia.
 
Ia mengundang pihak Jepang berpartisipasi secara aktif dalam sejumlah kegiatan internasional yang hendak digelar di Indonesia, mulai dari G20, World Tourism Day, hingga World Conference on Creative Economy (WCCE).
 
Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyatakan bahwa negaranya memang masih belum membuka luas perbatasan. Meskipun kuota harian kunjungan dari luar negeri sudah mulai diperbanyak, untuk kunjungan wisata masih belum dibuka.
 
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Jepang dalam membuka kembali pariwisata secara menyeluruh ke depan. "Pariwisata adalah peluang emas dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jepang maupun sebaliknya," pungkas Kanasugi.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif