Ilustrasi/Dok Kementerian BUMN
Ilustrasi/Dok Kementerian BUMN

Satu Dekade, Kontribusi BUMN Mencapai Rp4.013 Triliun

Media Indonesia.com • 05 Juli 2022 15:47
Jakarta: Kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menunjukkan peningkatan. Head of Research Jarvis Asset Management, Andri Ngaserin, menyebut kontribusi mencapai Rp4.013 triliun dalam 10 tahun terakhir.
 
"Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, kontribusi BUMN terus mengalami peningkatan. Sepanjang 10 tahun terakhir ini sumbangan yang diberikan BUMN mencapai Rp4.013 triliun yang berasal dari Rp2.118 triliun pajak, Rp1.466 triliun dalam bentuk PNBP, dan Rp429 triliun dividen," ujar Andri dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 5 Juli 2022.
 
Menurut dia, BUMN masih memberikan dividen cukup besar yakni Rp41 triliun pada 2021 saat pandemi covid-19 membayangi ekonomi global. Andri menilai langkah Erick menargetkan dividen BUMN menjadi Rp43 triliun dan Rp50 triliun pada 2023 dan 2024 sebagai hal yang tepat. 
 

Baca: Erick Thohir Patok Setoran Negara Dividen di 2024 Capai Rp50 Triliun


"Laba BUMN pada 2021 pun meningkat menjadi Rp126 triliun dengan total pendapatan Rp1.983 triliun. Jika kontribusi BUMN terhadap negara disandingkan dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tujuh BUMN 2022 sebesar Rp38,5 triliun, maka jumlah tersebut terbilang kecil," ucap Andri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, BUMN memiliki peranan penting menyerap tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Andri meyakini target dividen BUMN tercapai meski tengah terjadi ketidakpastian rantai pasok dan ancaman resesi ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina.
 
Di sisi lain, dia mengatakan kenaikan harga komoditas sumber daya alam (SDA) memberikan berkah tersendiri bagi BUMN seperti PT Bukit Asam, Antam, Inalum, PT Pupuk Indonesia. Perusahaan pelat merah itu memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar di Cina.
 
"Saat ini BUMN dituntut konservatif dalam melakukan ekspansi usahanya. Tujuannya agar dapat menjaga arus kas," ungkap Andri.
 
Dia menilai langkah Erick dalam menyelamatkan BUMN 'sakit' seperti PT Garuda Indonesia  dan PT Waskita Beton Precast yang tepat. Sebab Garuda dan BUMN karya memiliki peran strategis mendukung perekonomian nasional. 
 
Andri berharap keberhasilan PKPU membuat Garuda dapat kembali beroperasi normal dan juga melakukan proses restrukturisasi. Terlebih, pemerintah akan menguncurkan PMN sebesar Rp7,5 triliun untuk mendukung operasional Garuda. 
 
"Keberhasilan PKPU yang dilakukan Menteri Erick dan kucuran PMN dipercaya akan mampu memulihkan kinerja perseroan," lanjut Andri.

 
(ADN)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif