Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto : MI.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto : MI.

Mendag: Indonesia Bakal Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Husen Miftahudin • 31 Maret 2022 10:00
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini Indonesia akan menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen memperkuat ekosistem industri halal melalui pengembangan fesyen muslim lewat penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).
 
"Indonesia diharapkan dapat menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Secara global, konsumsi produk fesyen muslim dunia pada 2024 diprediksi mencapai USD311 miliar. Nilai ini akan naik dibandingkan tahun 2019 yang sebesar USD277 miliar. Untuk itu, kami ingin menangkap dan menonjolkan potensi industri syariah Indonesia yang salah satunya adalah fesyen muslim," ujar Lutfi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Lutfi menambahkan pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Sesuai dengan Roadmap Fashion Muslim Indonesia, JMFW memiliki fokus strategi kegiatan selama 2022-2024. Pada 2022, fokus strateginya adalah penguatan merek.
Kemudian pada 2023 ditargetkan untuk penguatan jaringan dengan terjun langsung dalam peta fesyen internasional. Lalu pada 2024 ditargetkan untuk deklarasi Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai langkah awal, Kemendag telah menancapkan pilar melalui kegiatan Embracing Jakarta Fashion Week pada 2021. Acara inti JMFW diagendakan untuk dilaksanakan pada 20-22 Oktober 2022, bersamaan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2022 di ICE BSD, Tangerang.
 
"Kegiatan JMFW diharapkan dapat memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk ekspor, meningkatkan akses pasar, meningkatkan promosi digital, dan mengoptimalisasi peran perwakilan perdagangan," harap Lutfi.
 
Kegiatan JMFW merupakan inisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pemangku kepentingan terkait seperti perancang busana, merek fesyen, pelajar, perusahaan tekstil, merek kosmetik, merek aksesori fesyen, media dan pemerintah.
 
Lutfi menjelaskan, tujuan JMFW sebagai upaya meningkatkan dan membangun kepedulian para pemangku kepentingan serta masyarakat umum tentang potensi fesyen muslim Indonesia. JMFW juga diharapkan dapat mempromosikan Indonesia sebagai referensi tren muslim fashion yang menjadi kiblat fesyen muslim dunia.
 
"Melalui JMFW, kita dapat memperkuat branding produk fesyen muslim Indonesia dengan keberagaman produk fesyen muslim yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor," tutur Lutfi.
 
Untuk fesyen muslim, saat ini Indonesia berada di posisi kelima sebagai pasar terbesar dunia, berada di bawah Iran, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di sisi lain, Indonesia merupakan eksportir produk fesyen muslim ke-18 dunia. Eksportir utama produk tersebut adalah Tiongkok, Turki, India, Uni Emirat Arab, dan Bangladesh.
 
Populasi muslim Indonesia tercatat mencapai 231 juta. Sementara itu, populasi muslim dunia sebesar 1,9 miliar atau setara 26 persen total populasi dunia. Dengan jumlah populasi tersebut Lutfi optimistis, kebutuhan terhadap produk halal juga cukup besar.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif