Produk Tekstil Impor. Foto: AFP.
Produk Tekstil Impor. Foto: AFP.

Jaga Pasar Dalam Negeri, Pengawasan Produk Tekstil Impor Diperketat

Antara • 18 Mei 2022 10:19
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong peningkatan pengawasan produk tekstil impor melalui label berbahasa Indonesia, label SNI, dan dokumen surat keterangan asal barang (SKA), untuk mendukung perkembangan industri tekstil dalam negeri.
 
"KSP terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar-kementerian/lembaga dalam meningkatkan pengawasan terhadap produk impor tekstil, termasuk kemungkinan memperkuat regulasi-regulasi yang sudah ada," kata Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma, dikutip dari Antara, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) digolongkan sebagai industri strategis dan prioritas nasional, yang memiliki karakteristik padat karya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja hingga 3,95 juta orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja TPT pada triwulan I-2022 tumbuh sangat baik sebesar 12,45 persen (yoy), jauh lebih lebih baik sebelum pandemi.
 
Indikator lain, seperti peningkatan ekspor, juga tumbuh baik mencapai 28 persen. Kondisi utilisasi industri TPT pun tergolong cukup tinggi mencapai 70-75 persen, yang menunjukkan sektor TPT memiliki potensi perekonomian cukup besar.
 
"Kita perlu menjaga momentum kinerja yang sudah baik ini dengan upaya dan langkah-langkah untuk menjaga pasar dalam negeri melalui peningkatan pengawasan produk tekstil impor, sehingga industri TPT dalam negeri dapat terus berkembang dan utilisasinya industri terus dapat ditingkatkan," ujar Panutan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif