Presiden Prabowo Subianto paparkan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI. Foto: TV Parlemen
Presiden Prabowo Subianto paparkan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI. Foto: TV Parlemen

JKN Indonesia Disebut Salah Satu Sistem Jaminan Kesehatan Terbesar di Dunia

Annisa ayu artanti • 14 Agustus 2026 14:40
Ringkasnya gini..
  • Prabowo menyebut JKN Indonesia sebagai salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
  • Sebanyak 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu mendapat tanggungan penuh iuran JKN dari negara.
  • Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang dan tersedia di 10.255 puskesmas.
Jakarta: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu andalan pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, termasuk mereka yang tidak mampu membayar iuran sendiri. 
 
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR menyebut skema JKN Indonesia sebagai salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
 
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memaparkan berbagai program pemerintah di sektor kesehatan. Ia mengatakan negara tidak cukup hanya mengobati masyarakat ketika sudah sakit, tetapi juga perlu memperkuat upaya pencegahan.

"Mungkin JKN kita ini salah satu sistim jaminan kesehatan terbesar di dunia," sebutnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat, 14 Agustus 2026.
 
Baca juga: Tanpa Ribet, Begini Cara Cepat Mengaktifkan Kembali BPJS PBI

96,8 Juta Warga Iurannya Ditanggung Negara

Presiden Prabowo merinci jumlah masyarakat yang iurannya ditanggung negara saat ini mencapai 96,8 juta orang. Besarnya jumlah peserta yang mendapat subsidi iuran tersebut menunjukkan peran JKN dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
 
"Negara juga telah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu," katanya.

Cek Kesehatan Gratis Sudah Menjangkau 108 Juta Orang

Selain JKN, pemerintah juga menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat lebih aktif mengetahui kondisi kesehatannya.
 
"Layanan Cek Kesehatan Gratis ini sekarang tersedia di 10.255 puskesmas pada 38 provinsi," jelasnya.
 
Pada 2025, tercatat 70,2 juta peserta mengikuti program tersebut. Sementara sampai akhir Juni 2026, jumlah peserta mencapai 59,5 juta orang. Sebagian masyarakat tercatat mengikuti pemeriksaan pada kedua periode. 

Pemerintah Perkuat Rumah Sakit di Daerah

Masih dalam pidato yang sama, Presiden Prabowo menargetkan pemerataan fasilitas kesehatan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan penguatan layanan. Sebanyak 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar telah dibangun maupun ditingkatkan. Dari jumlah tersebut, Prabowo mengatakan 20 RSUD baru sudah mulai beroperasi.
 
"Hari ini 20 Rumah Sakit Umum Daerah baru yang telah kita bangun sudah operasional," ujarnya.
 
Langkah ini melengkapi kebijakan pemerintah dari sisi pembiayaan dan pencegahan. Jika JKN membantu masyarakat mendapatkan perlindungan pembiayaan kesehatan, sementara Cek Kesehatan Gratis mendorong deteksi lebih awal, keberadaan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan layanan ketika membutuhkan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan