Salah satu implementasi transformasi tersebut dilakukan Great Eastern Life Indonesia melalui Employee Benefits Quotation System (EBQS), platform digital yang mengintegrasikan seluruh proses penyusunan proposal hingga penerbitan polis asuransi kumpulan dalam satu sistem.
Sebelum sistem ini diterapkan, proses penyusunan proposal masih mengandalkan spreadsheet, perhitungan manual, dan koordinasi lintas divisi yang membutuhkan waktu cukup panjang. Melalui platform digital tersebut, berbagai tahapan kini terhubung dalam satu alur kerja yang lebih efisien.
Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie, mengatakan transformasi digital tidak hanya bertujuan mengubah proses manual menjadi digital, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
"Transformasi digital yang kami jalankan bukan sekadar memindahkan proses manual ke sistem digital. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat membantu kami bekerja lebih akurat, mengambil keputusan dengan lebih baik, dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi nasabah maupun mitra bisnis," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.
Proses selesai dalam hitungan menit
Implementasi EBQS memberikan dampak signifikan terhadap kecepatan layanan. Registrasi nasabah korporasi yang sebelumnya membutuhkan satu hari kerja kini dapat diselesaikan hanya dalam 30 menit.Penyusunan proposal sederhana yang sebelumnya memerlukan 1–3 hari kerja kini juga dapat selesai dalam 30 menit.
Untuk proposal dengan tingkat kompleksitas menengah, proses yang sebelumnya memakan waktu 5–10 hari kerja kini dapat diproses mulai dua jam hingga empat hari, tergantung kebutuhan dan kompleksitas manfaat yang dipilih.
| Baca juga: Peran Agen Kian Strategis Dorong Pasar Ritel |
Sementara itu, proposal dengan kompleksitas tinggi yang melibatkan dukungan reasuransi kini dapat diselesaikan dalam 3–5 hari kerja, lebih cepat dibandingkan proses sebelumnya yang membutuhkan 11–21 hari kerja.
Efisiensi juga terjadi pada proses administrasi setelah bisnis ditutup. Penyelesaian administrasi yang sebelumnya memerlukan 8–10 hari kerja kini dapat dilakukan hanya dalam satu hari kerja berkat integrasi sistem.
Selain mempercepat proses, platform ini juga menghadirkan fitur premium engine, eQuotation, eKYC, ePolicy, hingga eBilling, sehingga seluruh proses menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi.
Tingkatkan akurasi dan transparansi
Digitalisasi tidak hanya berdampak pada kecepatan layanan, tetapi juga meningkatkan akurasi perhitungan premi serta mengurangi potensi kesalahan input data.Sistem tersebut juga membantu standardisasi proses underwriting dan actuarial review, menyediakan pelaporan secara real time, serta mempermudah koordinasi antarunit kerja karena seluruh data tersimpan dalam satu platform.
Menurut Roy, sistem yang terintegrasi memungkinkan perusahaan memberikan pengalaman layanan yang lebih konsisten sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi kebutuhan bisnis di masa mendatang.
"EBQS menjadi salah satu langkah konkret kami dalam membangun proses yang lebih terintegrasi dan siap dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis ke depan," katanya.
Transformasi digital melalui EBQS turut mengantarkan Great Eastern Life Indonesia meraih penghargaan Digital Transformation Initiative of the Year – Indonesia pada ajang Insurance Asia Awards 2026 di Singapura.
Pada ajang yang sama, perusahaan juga menerima penghargaan New Insurance Product of the Year – Indonesia melalui produk GREAT Heritage Protector, yang menawarkan solusi perlindungan jiwa sekaligus perencanaan aset jangka panjang bagi nasabah.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi, baik melalui digitalisasi layanan maupun pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan industri asuransi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda