Dengan tekad kuat yang dimiliki Jokowi dan dukungan masyarakat, ekonomi RI dapat bangkit kembali pada 2022 (Foto:Dok)
Dengan tekad kuat yang dimiliki Jokowi dan dukungan masyarakat, ekonomi RI dapat bangkit kembali pada 2022 (Foto:Dok)

Puji Kepemimpinan Jokowi, UOB Optimistis Ekonomi RI Bangkit 2022

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Gervin Nathaniel Purba • 17 September 2021 10:28
Jakarta: Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB, Wee Ee Cheong, mengapresiasi kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Jokowi dinilai gigih dalam menekan laju penyebaran covid-19 yang sempat melonjak pada Juli lalu.
 
"Kami melihat Indonesia ada kemajuan dalam menghadapi pandemi ini," ujar Wee Ee Cheong, pada UOB Economic Outlook 2022 dengan tema Memberdayakan Ekonomi Indonesia untuk Pemulihan yang Lebih Kuat, secara virtual, Rabu, 15 September 2021.
 
Dengan tekad kuat yang dimiliki Jokowi dan dukungan masyarakat, Wee Ee Chong yakin ekonomi RI bisa bangkit kembali pada 2022. Terlebih, Indonesia dinilai mempunyai peluang tumbuh pada area konektivitas digitalisasi dan keberlanjutan.
 
"Kami percaya ekonomi Indonesia dapat tumbuh kembali dengan proyeksi minimal lima persen pada 2022," ujar Wee Ee Cheong.
 
Selain itu, Bank UOB memuji Indonesia yang memiliki banyak populasi generasi muda dan talenta kewirausahaan dengan kemampuan digital dan ditopang daya beli kuat.
 
"Indonesia berperan pentng di kawasan ini dengan mendominasi 60 persen dari total populasi ASEAN. Konektivitas adalah pemberdaya utama bagi pembangunan ekonomi di kawasan ini," ujarnya.
 
Puji Kepemimpinan Jokowi, UOB Optimistis Ekonomi RI Bangkit 2022
 
Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Jokowi menekankan kesehatan merupakan prioritas utama dalam menghadapi pandemi ini. Di samping itu, ekonomi juga tetap harus bertumbuh.
 
"Gas dan rem harus dijaga secara tepat dan disesuaikan dengan situasi terkini," kata Jokowi.
 
Meskipun saat ini sedang mengalami tren penurunan, Jokowi mengimbau kepada seluruh pihak untuk tetap waspada.
 
Jokowi juga mengingatkan bahwa saat ini merupakan peluang untuk meningkatkan ekspor kembali. Pelaung ini sedang terbuka lebar, sebab ekonomi negara mitra dagang sudah kembali pulih.
 
"Pada kuartal II-2021, Tiongkok tumbuh 7,9 persen (YoY); Amerika Serikat (AS) tumbuh 12,2 persen; Jepang tumbuh 7,6 persen; dan India tumbuh 20,1 persen. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendorong eskpor sebanyak-banyaknya," kata Jokowi.
 
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu dan hilir. Hal ini guna memastikan pencegahan dan penanganan covid-19 yang efektif.
 
Dari pendekatan hulu, pemerintah akan menggunakan akselerasi dan vaksinasi. Peningkatan disiplin protokol kesehatan dengan 3T (tracing, testing, treatment), pengendalian mobilitas masyarakat melalui PPKM, dan meningkatkan jumlah vaksinasi.
 
"Dari sisi hilir, fasilitas kesehatan ditingkatkan dan fiskal insentif diberikan dalam meningkatkan sektor usaha," kata Airlangga.
 
Bank UOB Indonesia mengadakan webinar dengan tema Memberdayakan Ekonomi Indonesia untuk Pemulihan yang Lebih Kuat. Webinar ini memfokuskan pada pasar komoditas dan keberlanjutan konektivitas regional, serta pemanfaatan ekonomi berbasis konsumsi domestik yang berpotensi besar di Indonesia.
 
Melalui acara ini diharapkan mampu memberi pandangan akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk keberlanjutan usaha, di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif