Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Groundbreaking KEK Gresik, Pemerintah Bidik Investasi Rp71 Triliun

Eko Nordiansyah • 12 Oktober 2021 17:24
Jakarta: Pemerintah melakukan groundbreaking Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang terletak di Provinsi Jawa Timur. KEK ini memilki lahan seluas 2.167 hektare (ha) dengan target investasi dalam lima tahun pertama sebesar Rp71 triliun.
 
Kegiatan utama dari KEK Gresik meliputi industri metal (smelter), industri elektronik, industri kimia, industri energi dan logistik. PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan anchor tenant KEK Gresik dengan investasi pembangunan smelter mencapai Rp42 triliun.
 
"Hal tersebut tentu saja nantinya akan memberikan kontribusi positif terhadap nilai ekspor Indonesia maupun substitusi impor," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, kapasitas smelter yang dibangun ini nantinya mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahunnya atau yang merupakan kapasitas single line terbesar di dunia. Adapun off takers produk smelternya adalah ekspor maupun domestik.
 
Dengan pembangunan smelter di dalam negeri, pemerintah berharap akan menciptakan lapangan kerja sebanyak 40 ribu orang pada masa konstruksi hingga 2024. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri hilir tembaga agar memiliki nilai tambah bagi negara.
 
"Dengan adanya hilirisasi, kita ingin agar proses itu sebisa mungkin memberikan dampak yakni meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian," ungkapnya.
 
Airlangga juga meminta dukungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk segera menciptakan hilirisasi industri turunan dari smelter dan Precious Metals Refinery. Dengan begitu, akan menciptakan off taker industri dalam negeri.
 
Keberadaan PTFI sendiri diharapkan akan menjadi daya tarik bagi industri turunan tembaga dan industri lain untuk berinvestasi di KEK Gresik. Tetapi untuk dapat mewujudkannya, tentu saja membutuhkan sinergi dan dukungan dari kementerian terkait.
 
Selain itu, KEK Gresik terintegrasi langsung dengan pelabuhan laut yang telah diperlebar dan diperpanjang menjadi 1.000 m x 50 m. Pelabuhan laut ini akan dilengkapi dengan beberapa dermaga serta beberapa fasilitas pendukung sehingga meminimalkan biaya logistik.
 
Pelabuhan di KEK Gresik berkapasitas hingga 200 ribu DWT. Dengan dermaga yang akan diperdalam menjadi 16 LWS untuk dapat melayani bongkar muat kapal-kapal besar, akan berpotensi menjadikan pelabuhan di KEK Gresik ini sebagai hub strategis di Indonesia.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif