Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:Dok.Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:Dok.Kementan)

Kementan Realisasikan Program Padat Karya Jalan Usaha Tani di Cilacap

M Studio • 15 Juli 2021 17:55
Cilacap: Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak meningkatkan produktivitas pertanian. Produktivitas pertanian yang meningkat berorientasi meningkatkan taraf kesejahteraan petani.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu program strategis yang ditempuh Kementan adalah pembangunan jalan usaha tani.
 
Kali ini, program padat karya yang dibidangi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) direalisasikan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penerima manfaat program jalan usaha tani adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangun Tani di Desa Padangsari Kecamatan Majenang. 

Dalam program padat karya, alat mesin pertanian (alsintan) harus mampu menjangkau lahan pertanian. Caranya, melalui jalan pertanian. Disebutkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, pembangunan jalan pertanian merupakan bagian dari upaya menuju pertanian modern dan berwawasan agribisnis.
 
"Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip siaran pers, Kamis, 15 Juli 2021. 
 
Untuk menuju pola pertanian modern diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang menunjang penggunaan peralatan dan mesin pada masa pra dan pascapanen, serta pengangkutan saprodi dan hasil pertanian dari dan ke lokasi.
 
"Penggunaan peralatan dan mesin pertanian merupakan kebutuhan yang sangat mendesak, karena semakin berkurangnya tenaga kerja yang masih bertahan di bidang pertanian," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil.
 
Menurut Ali, untuk memenuhi persyaratan penggunaan peralatan dan mesin pertanian serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen, diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapannya yang memadai.
 
"Keberadaan jalan pertanian sangat penting bagi petani dan merupakan suatu peluang yang dapat ditingkatkan kualitas dan fungsinya menjadi suatu jalan pertanian yang sesuai standar dalam pembangunan dan rehabilitasinya," tutur Ali.
 
Saat ini, jalan pertanian yang tersedia sebagian besar masih berupa galengan. Belum memenuhi syarat penggunaan peralatan dan mesin, maupun pengangkutan saprodi dan hasil panen.
 
Untuk itu, diperlukan pengembangan jalan pertanian pada lokasi lahan pertanian yang memadai agar memperlancar mobilitas alat mesin pertanian, sarana produksi, dan hasil produksi pertanian dari dan ke lahan pertanian.
 
Ketua Gapoktan Bangun Tani Muhammad Baiquni Aziz menambahkan, jalan usaha tani  di Cilacap dibangun sepanjang 120,5 meter dan lebar 1,7 meter. Pembangunan jalan usaha tani di Cilacap ini mempermudah petani menjangkau areal persawahan dan mengangkut hasil produksi pertanian.
 
"Kami tentu berterima kasih atas pembangunan jalan usaha tani yang merupakan program padat karya ini. Jalan usaha tani membantu meningkatkan produktivitas pertanian di desa kami dan meningkatkan pendapatan petani," kata Baiquni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan