Ilustrasi Semen Indonesia - - Foto: Antara/ Andika Wahyu
Ilustrasi Semen Indonesia - - Foto: Antara/ Andika Wahyu

Semen Indonesia Setop Akuisisi di Masa Pandemi

Annisa ayu artanti • 26 Agustus 2020 14:01
Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk belum berencana melakukan akuisisi pabrik semen lain. Emiten berkode SMGR ini lebih memilih fokus menjaga performa perusahaan di tengah pandemi covid-19.
 
"Akuisisi belum ada. Kami masih mencoba untuk merealisasikan sinergi sebagai grup usaha baru," kata Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandar dalam Public Expose Live 2020, Rabu, 26 Agustus 2020.
 
SMGR sebelumnya berhasil mengambil alih PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Semen Holcim). Usai melaksanakan akuisisi tersebut, perusahaan akan fokus meningkatkan integrasi fasilitas dan kapabilitas pada pabrik tersebut.

Apalagi kondisi pandemi covid-19 mengakibatkan perlambatan pada permintaan semen nasional. "Bila sudah benar-benar terintegrasi, potensi yang kami dapatkan akan sangat besar," ungkap Adi.
 
Hingga semester I-2020, permintaan semen turun 7,7 persen. Sementara permintaan terus turun mencapai 8,8 persen pada Juli lalu. Penurunan permintaan itu berdampak pada penjualan produk semen SMGR.
 
"Kalau kita lihat dari total penjualan semen yang terdiri dari semen deck dan bald, penurunan terbesar ada di segmen bald karena adanya perlambatan atau penjadwalan ulang atas proyek infrastruktur yang diinisiasi oleh pemerintah," bebernya.
 
Untuk penjualan semen pada segmen ritel, penurunan permintaan tidak sedalam segmen infrastruktur. Sebab, penjualan tersebut masih didorong oleh permintaan pelanggan untuk pasar renovasi.
 
Kedepannya, SMGR akan fokus untuk mengoptimalisasi kegiatan penjualan kita dan bisa memanfaatkan segmen pasar baru. "Kita melakukan pengembangan produk dan channel baru untuk pasar tersebut melalui pengembangan channel digital," ucapnya.
 
Di sisi lain, perusahaan akan mengalokasikan anggaran untuk pengerjaan sektor perumahan. Menurutnya, permintaan untuk sektor tersebut akan tinggi mengingat backlog yang terjadi pada kebutuhan perumahaan saat ini.
 
"Kami juga mengantisipasi atas existing demand antara lain dengan pengembangan produk seperti pengembangan material dan juga produk perumahan," tukasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan