Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: AFP

Pesan Sri Mulyani untuk Generasi Milenial dalam Memajukan Indonesia

Ekonomi Sri Mulyani generasi milenial
Husen Miftahudin • 19 Juli 2020 16:55
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengimbau kepada generasi milenial untuk mampu memelihara kegelisahan. Meski diperlukan, namun kegelisahan yang berlebih justru membuat pribadi seseorang akan terus berpikiran negatif.
 
Hal itu disampaikan Sri Mulyani sebagai saran kepada anak muda yang ingin menjadi bagian dalam memajukan Indonesia. Generasi milenial merupakan tulang punggung bangsa yang lebih terkoneksi dan percaya diri dalam menghadapi setiap tantangan.
 
"Anda itu cenderung menjadi orang yang connected, confidence. Oleh karena itu Anda harus bisa mengontrol kegelisahan, kegelisahan itu penting karena bisa membuat kita maju terus. Tapi kalau terlalu banyak sampai negatif, itu bisa merusak diri Anda," ujar Sri Mulyani dalam bincang-bincang live di akun instagram pribadinya @smindrawati dikutip Minggu, 19 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bila rasa kegelisahan itu berlebih dan menimbulkan pikiran negatif, maka orang tersebut akan memikul beban berat untuk masa kini dan masa depannya. Pikiran negatif itu berupa rasa curiga, yakni selalu berpikir bahwa orang lain itu jahat, selalu memikirkan bagaimana membuat orang lain susah, tidak suka melihat orang lain bagus, serta selalu menderita jika melihat kesuksesan.
 
"Jadi negatif thinking itu bisa macam-macam, iri hati, marah, gelisah yang tidak bisa dikontrol. Termasuk tidak tertantang dan memacu diri untuk hidup yang lebih baik," paparnya.
 
Selain mampu memelihara kegelisahan, generasi milenial juga dituntut untuk berpikiran terbuka (open minded). Bila tidak, maka akan sulit untuk menjadi generasi yang bisa diandalkan dalam memajukan perekonomian bangsa di tengah pesatnya teknologi dan informasi seperti sekarang ini.
 
"Kalau Anda sudah diberi akses banyak sekali tapi Anda pikirannya tertutup dan tidak bisa menggunakan analytical thinking (pemikiran analitis) Anda, maka Anda menjadi makhluk yang tidak bisa mendapatkan manfaat dari berbagai akses yang dimiliki," jelasnya.
 
Lalu kolaboratif. Dalam hal ini anak-anak muda Indonesia harus berpikiran positif dan kolaboratif untuk bisa mengubah Indonesia dan dunia dalam genggamannya.
 
Kemudian memiliki ambisi yang bagus. Untuk mendukung hal ini dibutuhkan integritas dan kompetensi. Integritas merupakan rasa setia kepada prinsip-prinsip yang baik, prinsip-prinsip yang mampu meningkatkan harga diri, budi pekerti, dan kejujuran.
 
Sementara, kompetensi merupakan kemampuan untuk menguasai dan cakap dalam hal-hal tertentu. Kompetensi diperlukan agar setiap individu ahli dalam bidangnya, misalnya kompeten di bidang seniman, kompeten di bidang perekonomian, hingga kompeten di bidang pengelola keuangan negara.
 
"Hidup memang tidak mudah, tapi itu bukan alasan kita menjadi manusia jahat, manusia tidak produktif, manusia yang negatif. Jadi masa depan itu Anda yang miliki dan Anda yang mengukir sendiri. Jangan mudah menyalahkan orang lain," pungkas Sri Mulyani.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif