Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. FOTO: MI/SUSANTO
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. FOTO: MI/SUSANTO

Ketua MPR Dorong Peritel Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Ekonomi MPR Virus Korona ritel Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Angga Bratadharma • 13 November 2020 13:03
Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki dengan lebih kreatif dan inovatif. Dorongan itu selain mampu mengadopsi berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi dan gaya hidup terbaru.
 
Tujuannya, lanjut Bamsoet, sapaan akrabnya, agar peritel tidak hanya mempertahankan eksistensi, namun juga dapat mengembangkan usahanya. Apalagi kontribusi ritel terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) cukup besar. Pada kuartal I-2020, tercatat kontribusinya mencapai 10,68 persen. Penyerapan tenaga kerjanya juga besar, karena memiliki keterkaitan dengan UMKM.
 
"Menghadapi pandemi covid-19 yang turut membuat industri ritel dan UMKM terpukul, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Bamsoet, dalam keterangan resminya Jumat, 13 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan, berdasarkan data Kementerian Keuangan per 4 November 2020, PEN telah terealisasi sebesar Rp376,17 triliun atau 54,1 persen dari total pagu sebesar Rp695,2 triliun. Dukungan UMKM dan perlindungan sosial menjadi klaster yang paling banyak terserap dengan masing-masing sebesar 82,4 persen dan 75,6 persen.
 
Di sini, Bamsoet menekankan pentingnya menggerakkan kepedulian masyarakat untuk mendukung penyerapan anggaran dari klaster insentif usaha, klaster dukungan UMKM, dan klaster pembiayaan korporasi. Realisasi anggaran dari tiga klaster tersebut merupakan stimulus untuk menjaga ketahanan.
 
"Sekaligus mencegah kolapsnya perusahaan-perusahaan dan unit-unit UMKM yang terdampak pandemi covid-19," papar Bamsoet.
 
Dirinya menjelaskan, dengan semakin berkembangnya dunia usaha, akan semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Apalagi akibat pandemi covid-19 sudah banyak korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
 
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Agustus 2020 tercatat jumlah pengangguran di Indonesia sebanyak 9,77 juta orang, atau mengalami kenaikan sebesar 2,67 juta. Bahkan, Bappenas memperkirakan jumlah pengangguran pada 2020 akan mencapai angka 11 juta," jelas Bamsoet.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk menembus pasar global ritel dan UMKM harus mampu merambah dunia digital. Era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh dinafikan, namun harus diolah menjadi peluang. Pandemi covid-19 diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat, para ahli ekonomi memperkirakan industri akan berubah total di masa depan.
 
"Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi, dan robotik," pungkas Bamsoet.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif