Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Pemerintah Bersinergi Dorong UKM Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Ekonomi haji dan umroh Kementerian Perdagangan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM
Husen Miftahudin • 13 Januari 2021 20:39
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Agama (Kemenag), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sepakat untuk bersama-sama mendorong para pelaku UKM menjadi pemasok kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi.
 
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Peran UKM dalam Memenuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah. Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilakukan secara virtual pada hari ini.
 
"Langkah ini mengusung kepentingan pemberdayaan UKM agar dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah, meningkatan potensi ekspor Indonesia ke Arab Saudi, serta bersama-sama mendorong optimalisasi peran UKM, khususnya untuk orientasi ekspor," ucap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan mengawali acara penandatanganan tersebut, Rabu, 13 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah konkret kerja sama ini. Menurutnya, hal ini menjadi bentuk komitmen keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan ekspor produk-produk UKM ke Timur Tengah.
 
"Saya kira kerja sama ini merupakan wujud optimisme di awal tahun yang menunjukkan bahwa UMKM tetap bertahan di tengah pandemi covid-19 yang belum usai," tuturnya.
 
Teten mendorong partisipasi UKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional. Langkah tersebut juga sejalan dengan pengembangan UKM Indonesia, karena mendapatkan pasar yang lebih luas.
 
"Ini adalah bagian dari kolaborasi yang dilakukan, antara lain dari dukungan pembiayaan, pelatihan, standardisasi dan sertifikasi produk, kurasi produk, dan juga promosi. Termasuk akses terhadap pasar sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Cipta Kerja," ungkap dia.
 
Sebagai permulaan, terdapat lima item produk yang akan disuplai oleh UKM Indonesia, yaitu sambal, kecap, kopi, teh, dan gula. UKM Indonesia juga diwadahi sebagai subkontrak di Arab Saudi oleh PT Sarana Portal Indonesia.
 
"Maka langkah kolaborasi ini merupakan kunci sukses untuk memajukan UKM Indonesia. Untuk itu saya berharap kolaborasi antara kementerian dan lembaga bersama Kadin ini untuk kemajuan UKM," pungkas Teten.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif