Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Cukai Tembakau Naik, Pemerintah Diminta Lindungi Sektor SKT

Ekonomi rokok cukai tembakau
Eko Nordiansyah • 14 Oktober 2020 21:14
Jakarta: Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menilai rencana kenaikan tarif cukai rokok pada 2021 dapat berdampak negatif bagi keberlangsungan Industri Hasil Tembakau (IHT), khususnya sektor sigaret kretek tangan (SKT).
 
Untuk itu, AMTI meminta pemerintah untuk memprioritaskan keselamatan industri padat karya tersebut dengan tidak menaikkan tarif cukai untuk segmen SKT. Ketua Umum AMTI Budidoyo mengatakan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan kebijakan cukai tembakau dengan bijaksana.
 
"Keadilan harus dipertimbangkan terutama sektor padat karya seperti SKT dan petani, biar enggak makin menderita," kata Budidoyo dalam diskusi virtual, Rabu, 14 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pemerintah harus adil terhadap pelaku industri hasil tembakau yang berkontribusi dalam penerimaan negara dan pembukaan lapangan pekerjaan. Bukan hanya untuk melindungi tenaga kerja saja, tetapi juga petani tembakau
 
"Karena penikmat IHT itu pemerintah, ya jadi harus ada keadilan untuk tenaga kerja dan petani yang sekian juta orang bergantung di sana," ungkap dia.
 
Dalam APBN 2021, penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) ditargetkan naik 4,8 persen menjadi Rp172,8 triliun. Penerimaan CHT mencapai 11,9 persen dari total penerimaan pajak negara, belum termasuk retribusi daerah sebesar 10 persen dan PPN produk hasil tembakau.
 
Ia menambahkan, secara keseluruhan pemerintah memperoleh hingga 70 persen dari perolehan IHT. Itulah sebabnya AMTI mendorong pemerintah untuk memikirkan nasib para petani dan pekerja sektor SKT dalam menentukan kebijakan kenaikan cukai.
 
"Dan di SKT rata-rata perempuan, kalau mereka kehilangan pekerjaan, kasihan. Mereka adalah tulang punggung keluarga.Untuk tahun depan, harapannya SKT tidak perlu naik tarif cukai dulu demi prioritas penyelamatan tenaga kerja," ujarnya.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso sebelumnya mengatakan, IHT merupakan warisan negeri sehingga keberlangsungan sektor pertanian dan petani tembakau perlu diperhatikan.
 
"Poin utamanya adalah tetap memberikan perlindungan SKT kita. Juga kalau kita bisa memberikan pesan agar IHT tetap eksis, pasti mendorong tenaga kerja lebih banyak," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif