PHE ONWJ Koordinasi dengan KLHK. Foto: dok Pertamina.
PHE ONWJ Koordinasi dengan KLHK. Foto: dok Pertamina.

Bersihkan Ceceran Minyak, PHE ONWJ Koordinasi dengan KLHK

Ade Hapsari Lestarini • 30 April 2021 15:12
Jakarta: Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) terus berkoordinasi dan menggandeng stakeholders dalam penanganan ceceran minyak di perairan Karawang dan Kepulauan Seribu dari pipa BZZA yang terjadi sejak Kamis, 15 April 2021 lalu.
 
Langkah ini dibuktikan dengan langsung menyetop aliran pipa untuk menghentikan kebocoran dan perbaikan langsung dilakukan setelah titik kebocoran ditemukan.
 
"Penanganan yang dilakukan PHE ONWJ berfokus pada pengendalian sumber peristiwa, penanganan tumpahan minyak dan pembersihan, penanganan masyarakat dan lingkungan, serta dukungan pemangku kepentingan," jelas General Manager Zona 5 Regional Jawa Subholding Upstream Achmad Agus Miftakhurohman, dalam keterangan resminya, Jumat, 30 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasubdit Pemulihan Pertambangan Energi, Minyak dan Gas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Melda Mardalina mengatakan KLHK terjun langsung melihat penanganan dan laporan yang telah disampaikan.
 
"Kondisi lapangan di beberapa wilayah sudah bersih dan kami harap PHE ONWJ terus dapat bersinergi dengan para stakeholders dalam penanganan lingkungan," jelasnya.
 
Tidak hanya fokus penanganan tersebut, PHE ONWJ juga sigap melakukan kajian lingkungan awal dampak ceceran minyak. Dalam melakukan kajian lingkungan PHE ONWJ bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dua universitas setempat yaitu Politeknik Perikanan Karawang dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Tim ahli dari ketiga universitas ini dipimpin oleh Prof. Dr Ir Hefni Afandi MSc dari PPLH IPB.
 
PHE ONWJ dan Tim Kajian Lingkungan telah melakukan paparan hasil Kajian evaluasi dampak tahap awal dalam rangka menentukan area dan komponen lingkungan yang terdampak di Kantor KLHK, Kebun Nanas, Jakarta Pusat, Kamis, 29 April 2021.
 
Tampak hadir dalam acara tersebut, perwakilan Direktorat PPKPL KLHK, Senior Manager K3LL SKK Migas Kosario M Kautsar, perwakilan PHE ONWJ, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Kepulauan Seribu.
 
Ketua Tim Kajian dari IPB Hefni Afandi menjelaskan dari beberapa pantauan di perairan Karawang menggunakan pengukuran data insitu, sudah tidak ditemukan ceceran minyak baik di permukaan laut maupun di darat.
 
"Kami akan lanjutkan verifikasi lapangan dengan memberangkatkan tim ke Kepulauan Seribu hari ini untuk kualitas air dan mangrove, dan dilanjutkan di titik Karawang tepatnya sekitar Pakis Jaya serta Bekasi," jelas Hefni.
 
Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK Dida Migfar Ridha menyampaikan laporan kajian awal dampak lingkungan tersebut harus dibuat secepatnya untuk menentukan tindak lanjut berikutnya.
 
"Kami berharap menerima laporan di minggu kedua Mei untuk kajian ekosistem terdampak dan pembahasan tindak lanjut pada bulan depan," tutup Dida.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif