Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: MI/Abdullah
Menteri Perdagangan M Lutfi. Foto: MI/Abdullah

Mendag: Perekonomian Indonesia Lemah Gemulai, Surplusnya Tidak Sehat

Ekonomi Media Group Konvergensi MGN M.Lutfi Media Group News Summit Indonesia 2021
Annisa ayu artanti • 27 Januari 2021 14:30
Jakarta: Menteri Perdagangan M. Lutfi memandang perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi lemah gemulai. Dia menilai surplus neraca perdagangan yang dibukukan pada 2020 sebesar USD21,74 miliar tidak sepenuhnya positif.
 
Bahkan, Lutfi menyebut surplus perdagangan tersebut merupakan surplus tidak sehat.
 
"Jadi waktu saya lihat dari pada neraca perdagangan itu, seperti dokter itu saya langsung lihat ini surplusnya ini bukan surplus sehat, bahkan surplusnya ini buat saya mengganggu," kata Lutfi dalam acara Media Group News (MGN) Summit: Indonesia 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut menjelaskan alasannya menyebut perekonomian RI sedang lemah gemulai karena meskipun neraca perdagangan surplus, bila dipilah dan diteliti lagi 72 persen impor yang dilakukan Indonesia merupakan bahan baku dan penolong.
 
Sebagian besar digunakan untuk konsumsi dalam negeri dan hanya sebanyak tiga persen yang diolah lagi dan diekspor. "Nah yang sekarang ini kejadian ini malah justru lemah gemulai perekonomian kita," ungkapnya.
 
"Kalau ini didiamkan ini bisa menjadi kacau," imbuhnya.
 
Oleh karena itu untuk menyiasati kondisi tersebut, Lutfi juga memandang perekonomian Indonesia perlu digenjot lebih ekstra. Indonesia perlu menciptakan perdagangan yang selama ini lesu.
 
Salah satunya adalah memaksimalkan kembali industri otomotif dan sepeda motor. Dengan terciptanya perdagangan, maka perputaran uang akan terjadi, kredit akan terjadi, dan konsumsi akan tercipta.
 
Ketika semua itu terjadi, Lutfi pun menjamin tata laksana dan tata kelola dari impor barang-barang baku dan penolong akan kembali baik.
 
"Dan inilah untuk men-check up perekonomian nasional kita. Ini yang akan kita kerjakan bersama-sama. Karena surplus kita kali ini bukan surplus yang enak, bukan surplus yang seperti 2012," pungkasnya. 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif