Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi????? Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi????? Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id

Luhut: Pemerintah Pantau Pergerakan Kasus Covid-19 dalam 1-2 Pekan ke Depan

Ekonomi Luhut Binsar Pandjaitan kasus covid-19 indonesia Mobilitas Masyarakat Idulfitri 1443 Lebaran 2022
Antara • 09 Mei 2022 20:15
Jakarta: Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam satu hingga dua pekan ke depan dari saat ini untuk melihat dampak persebaran covid-19 setelah momentum peningkatan pesat mobilitas masyarakat pada Idulfitri 1443 Hijriah/Lebaran 2022.
 
Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mobilitas masyarakat yang tinggi saat perayaan Idulfitri 1443 H berdampak positif bagi perekonomian, namun juga meningkatkan risiko persebaran virus covid-19.
 
Oleh karena itu, dalam satu hingga dua pekan ke depan, pemerintah akan memperkuat pengujian (testing) dan pelacakan (tracing) kontak erat kasus covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam satu hingga dua minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing," kata Menko Luhut Pandjaitan yang juga Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, dilansir Antara, Senin, 9 Mei 2022.
 
Saat perayaan Idulfitri, Menko Luhut memerinci mobilitas masyarakat yang keluar rumah meningkat hingga 48,1 persen dibandingkan tingkat acuan (baseline). Selain itu Indeks Belanja Mandiri melonjak hingga 31 persen dibandingkan Idulfitri 2021.
 
"Momen Idulfitri yang baru saja terjadi, memberikan pemulihan aktivitas ekonomi yang begitu tinggi dan mobilitas masyarakat juga terjadi sangat cepat pada periode tersebut," ujar Menko Luhut.
 
Adapun hingga Senin ini, Luhut memaparkan situasi pandemi covid-19 di Indonesia semakin terkendali. Beberapa indikator yang menggambarkan situasi yang semakin baik adalah tingkat rawat inap pasien di rumah sakit secara nasional turun hingga 97 persen. Hal itu juga mengakibatkan tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit sangat rendah yakni dua persen dari keseluruhan tempat tidur yang tersedia.
 
"Selain itu kasus kematian juga turun hingga 98 persen yang disebabkan oleh varian Omicron dan positivity rate (tingkat penularan) berada di bawah 0,7 persen," ujar Menko Luhut.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif