Gedung Kementerian ESDM. FOTO: Kementerian ESDM
Gedung Kementerian ESDM. FOTO: Kementerian ESDM

Kementerian ESDM Genjot Sumber EBT untuk Capai Netral Karbon

Ekonomi Kementerian ESDM Energi Terbarukan netralitas karbon Emisi Karbon Nol Emisi Karbon
Antara • 11 Mei 2022 18:01
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik. Hal itu guna mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat.
 
"Di 2060 kapasitas pembangkit energi baru terbarukan bisa mencapai 587 gigawatt, kontribusi pembangkit listrik ini akan didominasi oleh tenaga surya, air, dan biomassa," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Alasan pemerintah menjadikan ketiga sumber energi baru terbarukan itu sebagai andalan lantaran Indonesia memiliki potensi besar terutama di luar Jawa. Dalam proyeksi Kementerian ESDM pada 2060, rencana kapasitas terpasang PLTS sebesar 361 gigawatt, PLTA 83 gigawatt, dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBio) sebesar 37 gigawatt.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun sumber-sumber energi baru terbarukan lainnya yang juga dipakai adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 39 gigawatt, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) 35 gigawatt, Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebesar 18 gigawatt, hingga pembangkit listrik tenaga arus laut sebesar 13,4 gigawatt.
 
Ego menjelaskan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan yang hampir 600 gigawatt itu tidak akan terwujud bila Indonesia tidak berhasil menyambungkannya dengan teknologi super grid dan smart grid.

Kunci meningkatkan penetrasi energi baru terbarukan

Kedua teknologi itu merupakan kunci meningkatkan penetrasi energi baru terbarukan yang menghubungkan listrik di setiap pulau di Indonesia. Super grid adalah jaringan transmisi area luas yang umumnya lintas benua atau multinasional. Jaringan ini memungkinkan perdagangan listrik dalam jumlah besar melintasi jarak yang jauh.
 
Sedangkan smart grid merupakan inovasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi, komputer, dan siber untuk dapat melakukan pengendalian dan pengoperasian sistem tenaga listrik dalam menyalurkan tenaga listrik.
 
"Kami ingin menyambung seluruh koneksi di Kalimantan dan Sulawesi, untuk selanjutnya cita-cita kami adalah di bagian timur Indonesia karena di situ adalah sumber dari energi baru terbarukan," pungkas Ego.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif