Petugas keamanan melakukan pemeriksaan tiket kereta kepada pemudik di stasiun Pasar Senen. Foto: MI/Pius Erlangga.
Petugas keamanan melakukan pemeriksaan tiket kereta kepada pemudik di stasiun Pasar Senen. Foto: MI/Pius Erlangga.

KAI Siagakan 945 Pasukan Hadapi Angkutan Lebaran 2022

Ekonomi kereta api PT KAI Lebaran 2022 Ramadan 2022 Mudik Lebaran 2022
Eko Nordiansyah • 22 April 2022 17:40
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiagakan sebanyak 945 petugas untuk mengamankan perjalanan kereta api (KA) di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatra. Pasukan ini disiapkan untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang menghambat perjalanan KA.
 
Di masa angkutan lebaran ini, KAI menyiapkan 422 petugas pemeriksa jalur ekstra, 293 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 230 petugas daerah rawan ekstra. KAI menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari dari H-10 sampai dengan H+10 lebaran atau 22 April 2022 hingga 13 Mei 2022.
 
"Sesuai amanat yang telah diberikan Presiden, Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN, KAI sebagai salah satu moda utama transportasi nasional dalam mudik Lebaran, berkomitmen memastikan perjalanan mudik berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kegembiraan," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 April 2022.
 
Pada periode tersebut KAI menyiapkan segala sumber daya demi melayani konsumen secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan sehingga diharapkan seluruh proses perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar tanpa kendala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun sebagai langkah pengamanan bagi pengguna jasa kereta api, KAI menyiapkan 3.041 personel pengamanan yang terdiri dari 1.371 personel Polsuska dan 1.670 personel security. Petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan.
 
Ia menegaskan, KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik rawan bencana, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan kefungsian dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar.
 
Di samping itu, KAI juga secara konsisten meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dari mulai memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga sampai titik keluar area stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta agar terus KAI jaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan.
 
KAI juga menerapkan protokol kesehatan sesuai SE Kemenhub No 49 Tahun 2022. KAI menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh serta penggunaan masker. Selain itu, KAI mengantisipasi adanya kerumunan di area stasiun, termasuk layanan antigen dan pelaksanaan vaksinasi di stasiun-stasiun & bekerjasama dengan TNI/Polri dan Dinas Kesehatan.  
 
Di samping itu, para petugas pengamanan juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan. Bahkan seluruh jajaran KAI mulai dari staf hingga top management akan memastikan pelayanan dan penerapan protokol kesehatan di stasiun dan selama dalam perjalanan berjalan dengan baik.
 
Pada Angkutan Lebaran 2022 ini, total terdapat 4.552 perjalanan KA Jarak Jauh dengan kapasitas tempat duduk mencapai 2.557.612 tempat duduk. Sampai dengan 22 April, KAI telah menjual 1.284.413 tiket KA Jarak Jauh atau 50 persen dari total tiket yang disediakan.
 
"Melalui persiapan yang matang, kita harapkan moda transportasi KA selama masa Angkutan Lebaran ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melakukan vaksin booster sehingga perjalanan kereta api menjadi sehat dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran ini," tutup Didiek.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tahun ini animo masyarakat untuk mudik sangat tinggi. Oleh karena itu, seluruh petugas harus mengawal pergerakan penumpang dengan cermat dan memastikan bahwa protokol kesehatan dan aturan perjalanan terus ditegakkan, serta menghindari terjadinya antrean yang berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang.
 
"Berikan senyum dengan gerak tubuh yang simpatik saat menyampaikan saat mengecek apakah penumpang sudah menggunakan vaksin booster, ataupun saat mengingatkan mereka untuk disiplin protokol kesehatan. Lakukan dengan tegas namun tetap humanis dan ramah," ujar dia.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif