Neraca perdagangan produk perikanan surplus Rp20 triliun. Foto: dok MI/Ramdani.
Neraca perdagangan produk perikanan surplus Rp20 triliun. Foto: dok MI/Ramdani.

KKP Catat Neraca Perdagangan Produk Perikanan Surplus Rp20 Triliun

Ekonomi Perikanan neraca perdagangan indonesia Kementerian Kelautan dan Perikanan
Insi Nantika Jelita • 02 Mei 2022 11:35
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan neraca perdagangan produk perikanan mengalami surplus sebesar USD1,39 miliar atau sekitar Rp20,1 triliun pada kuartal I-2022. Hasil kinerja sektor perikanan itu tercatat positif, karena melonjak 21,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
 
"Tentu ini kabar baik di momen Lebaran, karena menunjukkan kinerja ekspor yang meningkat," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti dalam keterangan pers, dilansir Mediaindonesia.com, Senin, 2 Mei 2022.
 
Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk perikanan pada Maret 2022 mencapai USD548,35 juta atau setara Rp7,87 triliun. Angka tersebut naik 22,48 persen dibanding Februari 2022 dan meningkat 14,87 persen dibanding nilai ekspor Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara kumulatif, pada periode kuartal I-2022, nilai ekspor produk perikanan mencapai USD1,53 miliar, atau melambung 21,63 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
 
"Jumlah ini setara Rp21,95 triliun dan kenaikannya luar biasa dibanding periode yang sama tahun lalu. Artinya, produk kita semakin diminati di pasar ekspor," pungkas Artati.
 
Pada periode tersebut, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai USD727,27 juta. Kemudian disusul Tiongkok sebesar USD214,39 juta, Jepang dengan USD151,62 juta, ASEAN sebanyak USD151,26 jutam dan Uni Eropa sebesar USD78,17 juta.
 
Sedangkan dari sisi komoditas, KKP menyebut udang menjadi favorit dengan nilai sebesar USD621,92 juta atau 40,64 persen terhadap nilai ekspor total, kemudian disusul Tuna-Cakalang-Tongkol USD189,53 juta (12,39 persen). Lalu, Rajungan-Kepiting USD172,56 juta (11,28 persen), Cumi-Sotong-Gurita USD154,53 juta (10,10 persen), Rumput Laut USD114,26 juta (7,47 persen), dan Tilapia USD14,86 juta (0,97 persen).
 
"Angka sebesar 47,53 persen nilai ekspor kita dihasilkan dari pasar Amerika Serikat," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif