Ilustrasi cuti bersama. Foto : Medcom.id.
Ilustrasi cuti bersama. Foto : Medcom.id.

Pemerintah Minta Pengusaha Beri Keleluasaan Waktu Pelaksanaan Cuti

Ekonomi Cuti Bersama Lebaran 2022 Pengusaha Ramadan 2022
Annisa ayu artanti • 23 April 2022 10:48
Jakarta: Pemerintah meminta pengusaha memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menentukan pelaksanaan cutinya pada Hari Raya Idulfitri 2022 agar pekerja leluasa mengatur kebutuhan waktu mudiknya. Hal itu juga sebagai upaya menghindari penumpukan massa pada arus mudik.
 
“Sebagaimana telah disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan ada jutaan masyarakat yang mudik. Oleh karenanya, kami sangat berharap teman-teman pengusaha dapat memberikan keleluasaan bagi pekerja/buruh yang mudik untuk menentukan waktu cutinya agar dapat menghindari puncak arus mudik,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu, 23 April 2022.
 
Anwar Sanusi menjelaskan pemerintah telah memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada periode 28 hingga 30 April 2022. Agar tidak terjadi penumpukan massa serta kemacetan yang berlebihan pada periode arus mudik, maka diharapkan pekerja/buruh menentukan waktu  cutinya untuk pergi dan pulang ke daerah masing-masing sebelum puncak arus mudik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemerintah memang telah mengeluarkan SKB 3 Menteri yang salah satunya mengatur cuti bersama tahun 2022 pada 29 April, 4 Mei, 5 Mei, dan 6 Mei. Namun kami berharap teman-teman pekerja/buruh yang mudik ini diberikan keleluasaan menentukan pelaksanaan waktu cutinya sehingga mereka dapat mudik lebih awal,” jelasnya.
 
Ia menambahkan pelaksanaan cuti bersama untuk pekerja/buruh di sektor swasta bersifat fakultatif. Namun harapannya, pengusaha tetap memberikan cuti kepada pekerja/buruh yang mengajukan cuti untuk memperingati Hari Raya Idulfitri. Selain itu, menurutnya pelaksanaan hak atas cut tersebut harus menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.
 
“Tentu kami juga mendorong ada dialog antara pengusaha dan pekerja/buruh jika pengaturan waktu pelaksanaan cuti ini memang perlu dilakukan, sehingga tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan,” ujarnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif