Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Foto: dok MI/Moh Irfan.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Foto: dok MI/Moh Irfan.

Berencana Investasi, Ini Syarat dari Menko Luhut untuk Tesla

Antara • 25 Maret 2022 11:14
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Tesla untuk memenuhi syarat darinya jika berniat untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Dalam acara closing ceremony Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022 yang ditayangkan secara daring dari Bali, Luhut menyebut produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu baru saja menyampaikan minat untuk kembali masuk ke Indonesia setelah sebelumnya batal.
 
"Tadi pagi (kemarin), saya ditelepon dari Amerika, Tesla bilang dia mau bikin deal sama kita," katanya, dilansir Antara, Jumat, 25 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut pun dengan tegas mengingatkan, dua tahun lalu perusahaan Elon Musk itu pernah menyampaikan minat untuk mengembangkan baterai litium di Indonesia. Namun, rencana itu batal karena perusahaan itu dinilai terlalu banyak mendikte.
 
"Saya bilang, 'Hey Anda itu dua tahun yang lalu sudah telepon saya mau bikin litium baterai'. Anda, semua mau mendikte, saya bilang, 'Hey you cannot do this. Today is different. Kita harus sama'. Saya bilang, 'Kamu enggak bisa begitu lagi. This country is not banana republic! This country is a great country!" cerita Luhut.
 
Indonesia sudah memiliki kesepakatan bisnis dengan perusahaan baterai kendaraan listrik asal Tiongkok dan Korea Selatan, yaitu CATL dan LG. Keduanya diklaim memegang hampir 55 persen pasar baterai litium dunia. Kerja sama dengan kedua perusahaan itu diyakini akan membuat Indonesia menjadi pemain global baterai litium. Terlebih pada 2024, Indonesia ditargetkan akan mulai memproduksi litium baterai.
 
Luhut mengingatkan, jika Tesla ingin masuk, maka perusahaan itu harus menuruti syarat yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Hal itu, lanjut Luhut, juga diterapkannya kepada investor lain, termasuk Tiongkok.
 
Sejumlah syarat yang diminta pemerintah Indonesia kepada investor asing di antaranya transfer teknologi, teknologi yang ramah lingkungan, wajib mendidik tenaga kerja lokal, serta memberikan nilai tambah.
 
"Saya enggak mau kalau datang deal, jangan kau (Tesla) yang bikin syarat ke kami. Saya yang bikin syarat ke kamu karena itu yang saya lakukan kepada Tiongkok. Tidak pernah Tiongkok kasih syarat ke saya, saya (yang) kasih syarat. Kau mau enggak kalau kita harus B to B? Harus teknologi transfer, harus first class technology, harus yang ramah lingkungan. Dia bilang mampu, (jadi), oke deal," katanya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif