Kelapa Sawit. Foto : AFP.
Kelapa Sawit. Foto : AFP.

Mulai Hari Ini Ekspor CPO Dibuka, Ini Syaratnya

Annisa ayu artanti • 23 Mei 2022 22:56
Jakarta: Pengusaha minyak kelapa sawit serta turunannya kembali diizinkan untuk bisa melakukan ekspor mulai hari ini. Namun pemerintah memberikan syarat tertentu. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil Pasal 3 ayat 1 menyatakan kegiatan ekspor hanya bisa dilakukan kepada pengusaha yang memiliki Persetujuan Ekspor (PE).
 
PE akan digunakan sebagai dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan dalam penyampaian pemberitahuan pabean ekspor barang kepada kantor pabean.

 
"Ekspor Crude Palm Oil (CPO), Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan Used Cooking Oil (UCO) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 hanya dapat dilakukan oleh eksportir yang telah mendapatkan PE," tulisnya dikutip Senin, 23 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun, PE diberikan saat pengusaha atau eksportir memiliki bukti pelaksanaan distribusi kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) Crude Palm Oil (CPO) dengan harga penjualan di dalam negeri kepada produsen minyak goreng curah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, bukti pelaksanaan distribusi kebutuhan dalam negeri minyak goreng curah dengan harga penjualan di dalam negeri kepada pelaku usaha jasa logistik eceran dan membeli CPO dengan tidak menggunakan harga penjualan di dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, atau bukti pelaksanaan distribusi kebutuhan dalam negeri produsen lain yang didahului dengan kerja sama antara eksportir dan produsen pelaksana distribusi kebutuhan dalam negeri yang disampaikan melalui SINSW (Sistem Indonesia National Single Window) berupa elemen data elektronik nomor induk berusaha dan nama perusahaan.
 
"Penerbitan PE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Direktur Jenderal atas nama Menteri," jelasnya.
 
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil.
 
"Kita bersama menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk membuka kembali ekspor CPO dan turunannya, kami mencabut Permendag nomor 22 tahun 2022. Sesuai arahan Presiden, ekspor CPO dan turunannya akan mulai dibuka kembali 23 Mei 2022 dalam Permendag," kata Lutfi.

 
Lutfi menyampaikan, Kemendag bersama BUMN dan pelaku usaha akan terus memperluas akses penjualan minyak goreng curah melalui program Migor Rakyat. Program tersebut dalam implementasinya akan menggunakan teknologi aplikasi digital dan tersinkronisasi secara nasional.
 
"Setiap orang dapat membeli minyak goreng curah 1-2 liter per hari dengan menunjukkan KTP. Saat ini sudah tersedia lebih dari 2.000 titik dan dalam waktu dekat, terjangkau 10 ribu titik," ujar Lutfi.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif