Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Populer Ekonomi: Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik Rp24,6 Triliun hingga Perkuat Kerja Sama RI-UEA

Angga Bratadharma • 03 Juli 2022 08:40
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Sabtu, 2 Juli 2022, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari pemerintah bayarkan kompensasi listrik Rp24,6 triliun ke PLN, pencairan gaji ke-13 dorong konsumsi masyarakat, hingga Menteri BUMN perkuat kerja sama RI-UEA.
 
Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Pencairan Gaji ke-13 Dorong Konsumsi Masyarakat

Analis kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Slamet Rosyadi menilai pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Baca berita selengkapnya di sini

2. Bangkitkan Ekonomi RI, Menteri BUMN Perkuat Kerjasama RI-UEA

Menteri Badan Usaha Menengah Nasional (BUMN) RI, Erick Thohir membawa Indonesia untuk bangkita dengan memasuki era baru perekonomian melalui kerjasama ekonomi bersama Uni Emirat Arab (UEA). Era baru ini tidak hanya berdampak terhadap ekonomi Indonesia secara domestik namun juga secara internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini

3. Pemerintah Bayarkan Kompensasi Listrik Rp24,6 Triliun ke PLN

PT PLN (Persero) menerima kompensasi dari pemerintah sebesar Rp24,6 triliun. Kompensasi tersebut merupakan realisasi dari skema stimulus listrik sepanjang tahun 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini

4. Bank Dunia Setujui Pembentukan FIF untuk Kesiapan Pandemi

Dewan Direktur Bank Dunia menyetujui pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) atau Dana Perantara Keuangan dalam rangka Prevention, Preparedness and Response (PPR) atau kesiapsiagaan, pencegahan dan penanggulangan pandemi.
 
Baca berita selengkapnya di sini

5. Asuransi Jiwa Wanaartha Sedang Bernegosiasi dengan Calon Investor

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) memastikan proses negosiasi dengan calon investor baru untuk menyelesaikan kasus gagal bayar sudah setengah jalan atau mencapai lebih dari 50 persen.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif