Ilustrasi Danantara. Foto: Danantara
Ilustrasi Danantara. Foto: Danantara

HUT RI 2026: Strategi Danantara Membangun BUMN hingga Berdaya Saing Dunia

Annisa ayu artanti • 07 Agustus 2026 11:27
Ringkasnya gini..
  • Danantara mempercepat transformasi BUMN lewat roadmap lima tahun menuju perusahaan kelas dunia.
  • BUMN dibenahi melalui konsolidasi, inovasi, hilirisasi, dan investasi global bersama Danantara.
  • Momentum HUT RI menjadi pengingat peran Danantara memperkuat BUMN dan ekonomi Indonesia.
Jakarta: Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tidak lagi sekadar menghasilkan keuntungan bagi negara.  Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, transformasi BUMN menjadi salah satu agenda besar pemerintah untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional hingga tingkat global.
 
Melalui Danantara Indonesia, pemerintah mulai mengonsolidasikan kekuatan perusahaan-perusahaan pelat merah agar lebih efisien, sehat, inovatif, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi masyarakat.
 
Dalam lima tahun ke depan, pemerintah ingin membawa BUMN Indonesia menjadi perusahaan kelas dunia, bahkan masuk dalam daftar Fortune Global 500.

BUMN Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

BUMN selama ini memiliki peran strategis sebagai agen pembangunan. Selain menjalankan bisnis, perusahaan negara juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga percepatan proyek-proyek strategis nasional.

Melansir laman resmi BP BUMN, sepanjang beberapa tahun terakhir, kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional terus meningkat, antara lain melalui pendapatan konsolidasi BUMN tahun 2024 mencapai Rp3.142 triliun, lalu sebanyak 20 BUMN masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Kemudian, empat BUMN berhasil masuk daftar Forbes Global 2000.
 
Tak hanya itu, BUMN tercatat mendukung 81 Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi lebih dari Rp711 triliun.
 
Selanjutnya, dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp3 triliun telah dialokasikan untuk pemberdayaan UMKM dan pembangunan masyarakat.
 
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa BUMN tidak hanya menjadi mesin bisnis, tetapi juga berperan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
 
Baca juga: Percepat Streamlining BUMN, Pemerintah Siapkan Insentif Pajak

Satu Tahun Danantara Bangun Fondasi Transformasi

Tahun 2026 menjadi momentum satu tahun perjalanan Danantara Indonesia sebagai pengelola strategis aset negara.
 
Selama tahun pertama, fokus utama diarahkan pada pembangunan fondasi tata kelola, penguatan kelembagaan, serta penyusunan berbagai strategi transformasi BUMN.
 
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembangunan fondasi menjadi langkah awal sebelum transformasi dilakukan secara lebih luas.
 
"Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya beberapa waktu lalu yang dikutip kembali pada Jumat, 7 Agustus 2026.
 
Sepanjang 2025, Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan regulasi nasional untuk memastikan pengelolaan aset negara berlangsung secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Danantara Dukung Program Prioritas Pemerintah

Transformasi yang dijalankan Danantara tidak hanya menyasar aspek bisnis. Lembaga ini juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengembangan sektor perumahan yang diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
 
Di sisi lain, Danantara juga memperkuat dampak sosial melalui pembentukan Danantara Indonesia Trust Fund, sebuah platform filantropi sovereign wealth fund yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, serta penyediaan air bersih dan sanitasi.
 
Baca juga: Danareksa Siap Kelola 13.000 Hektare Kawasan Industri, Investasi Indonesia Makin Ngebut

Restrukturisasi BUMN hingga Hilirisasi Industri

Melalui Danantara Asset Management (DAM), transformasi dilakukan dengan merapikan portofolio BUMN melalui restrukturisasi bisnis dan keuangan.
 
Langkah tersebut meliputi merger perusahaan, likuidasi entitas yang tidak lagi strategis, divestasi aset, konsolidasi portofolio, hingga pengembangan sektor industri prioritas.
 
DAM juga mendorong berbagai proyek hilirisasi dengan potensi investasi mencapai sekitar USD26 miliar. Beberapa proyek bahkan telah memasuki tahap pembangunan, antara lain pengolahan alumina dan bauksit, bioavtur, bioetanol, industri ayam terintegrasi, hingga pengolahan garam industri.

Danantara Perluas Investasi Global

Selain melakukan transformasi internal, Danantara juga aktif menarik investasi internasional melalui Danantara Investment Management (DIM).
 
Dalam satu tahun operasionalnya, DIM telah mengantongi 11 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai komitmen investasi sekitar Rp346 triliun.
 
DIM juga berhasil menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan seperti pinjaman, penyertaan modal, patriot bonds, hingga revolving credit facility (RCF).
 
Beberapa proyek strategis yang sedang dikembangkan meliputi pembangunan Kampung Haji di Mekkah hingga investasi bersama untuk fasilitas waste-to-energy.

Roadmap Lima Tahun: BUMN Incar Fortune 500

Memasuki tahun kedua, Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN mulai menyusun roadmap transformasi lima tahun.
 
Roadmap tersebut akan menjadi arah baru pengelolaan seluruh perusahaan pelat merah agar mampu bersaing secara global.
 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan transformasi akan diterapkan kepada seluruh BUMN.
 
"Setiap tema ini akan turun ke seluruh perusahaan BUMN. Tema konsolidasi, people development, corporate culture, innovation, hingga value creation harus menjadi arah bersama," ujar Dony dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
 
Transformasi akan dilakukan secara bertahap melalui lima fokus utama, yakni konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya perusahaan, inovasi dan digitalisasi, penciptaan nilai melalui aksi korporasi dan kemitraan strategis.
 
Melalui roadmap tersebut, pemerintah berharap BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, efisien, inovatif, sekaligus mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan